Di Balik Serangan Terhadap Google

Dalam minggu ini, Google mengumumkan adanya serangan yang ditujukan kepada mereka. Serangan yang berusaha mencuri “intelectual property”–demikian sebut Google–sudah terjadi sejak pertengahan Desember 2009. Cnet News, berdasarkan sumber mereka di Google, menyebutkan kalau “intelectual property” yang dimaksud adalah source code.

Google kemudian menjelaskan kalau serangan itu berasal dari Cina. Beberapa peneliti mengungkapkan serangan itu didasari keinginan Google untuk menghentikan sensor terhadap hasil pencarian di Google.cn, alamat mesin pencari Google untuk Cina. Sekadar informasi, Cina membatasi akses internet dengan membuat filter untuk menyaring konten internet.

Bukan hanya server Google saja yang diserang, pengguna di rumah yang menggunakan Gmail juga diserang. Serangan tersebut mengungkapkan celah pada Internet Explorer yang sebelumnya belum diketahui. Microsoft menyebutkan serangan tersebut ada pada Internet Explorer 6. Tapi, Elinor Mills, Cnet Security Reporter, menjelaskan kalau Internet Explorer 7 dan 8 pun rentan terhadap serangan. Kemungkinan file PDF jadi pintu masuk serangan juga disebut oleh Mills.

Selain Google, Adobe juga mengaku diserang dengan serangan yang serupa. Yahoo, Symantec, Northrop Grumman, Dow, dan Juniper ditengarai mengalami serangan yang sama. Akan tetapi, Yahoo, Symantec, Northrop Grumman, dan Dow menyanggah kalau mereka diserang. Sementara Juniper, tengah menyelidiki serangan yang mereka alami. Menurut sebuah perusahaan keamanan iDefense Lab, seperti dikutip Mills pada video Cnet News, sudah ada 34 perusahaan yang mengalami serangan serupa.

Google sekarang tengah menyelidiki kemungkinan ada “pengkhianat” dalam perusahaan. Mills menyebutkan kalau mereka mencurigai adanya karyawan Google yang memberi akses kepada para penyerang.

Tanggapan Kamu

komentar