Google: Jumlah Antivirus Palsu Bertambah

Salah satu contoh peringatan palsu dari antivirus palsu.

Salah satu contoh peringatan palsu dari antivirus palsu.

SAN JOSE, RABU – Google mendapati kalau jumlah antivirus palsu bertambah. Pada penelitian yang mereka lakukan sepanjang Januari 2009 sampai Februari 2010, jumlah antivirus palsu mencapai 15 persen dari seluruh malware yang beredar. Jumlah itu, seperti dijelaskan Niel Provos dari Google, lima kali lipat lebih besar dibandingkan saat mereka melakukan penelitian pertama kali.

Pembuat antivirus palsu biasanya menampilkan pesan peringatan–yang palsu juga tentunya–yang menyatakan kalau komputer tidak aman atau terserang virus pada saat pengguna komputer berinternet. Pengguna komputer lalu digiring untuk membeli antivirus palsu. “Antivirus palsu adalah cara gampang untuk mendapatkan uang,” jelas Provos kepada Cnet.

Provos juga menjelaskan ketika sudah diinstal, antivirus palsu susah dihapus. “Kamu tidak bisa menjalankan update Windows dan instal antivirus lain. Kamu harus instal ulang sistem operasi,” kata Provos. “Pengguna komputer yang sudah terlanjur membeli antivirus palsu harus memantau kartu kredit mereka karena para penipu bisa saja menggunakan kartu kredit untuk keperluan mereka,” jelas Provos lebih lanjut

Provos memberikan tips ketika pengguna internet berjumpa pesan antivirus palsu. Jendela browser harus ditutup baru kemudian dijalankan lagi.

Pada saat penelitian, Google menganalisis 240 juta halaman situs web dan mendapati lebih dari 11 ribu domain terlibat dalam disribusi antivirus palsu. Para peneliti juga mendapati kalau umur domain penyebar antivirus palsu itu kini singkat. Terima kasih kepada teknologi keamanan yang diadaptasi oleh berbagai browser untuk memberikan peringatan apabila pengguna mereka berkunjung ke situs web yang sudah dilaporkan berbahaya.

Penggunaan pesan palsu seperti ini, jelas Provos, merupakan bukti kalau penjahat di internet menggunakan teknik tipuan ketimbang memanfaatkan celah keamanan pada software. Dengan demikian, pengguna internet harus lebih berhati-hati.

Tanggapan Kamu

komentar