ViewSonic Resmi Jual Tablet di Indonesia

JAKARTA, SENIN – Pasar komputer tablet makin ramai saja. Pemainnya makin banyak. Hari ini di Indonesia resmi hadir tablet berseri ViewPad dari ViewSonic yang selama ini lebih banyak kita kenal sebagai produsen monitor dan proyektor.

“Akan ada seri-seri lainnya selain ViewPad 7 yang sekarang diperkenalkan,” kata John Kurniawan (PT Sistech Kharisma) di hotel Nikko, Jakarta tadi siang (11/4/2011). “ViewSonic menunjuk Sistech Kharisma untuk memasarkan ViewPad di Indonesia,” jelasnya.

“ViewPad punya banyak seri, ada ViewPad 7, ViewPad 10, ViewPad 10s, ViewPad 4/smartphone V350,” kata Max Liu (Director, AP Region/Product Marketing, ViewSonic) yang mengaku ViewSonic agak terlambat masuk pasar tablet di tanah air. Namun ia optimis produknya akan laku, mengingat di seluruh dunia sudah terjual 100.000 unit. “ViewPad adalah merek Top 2 di Taiwan,” kata Max.

Apa sih istimewanya tablet besutan ViewSonic yang berpusat di Taiwan itu? Dari sisi tampilan, ia mungkin tak banyak beda dengan merek-merek lain yang sudah lebih dulu hadir di tanah air. “Yang sebenarnya berbeda adalah sisi software tuning-nya. Itu yang membuat sebuah tablet lebih nyaman dipakai, serbaguna. Kalau spesifikasi, mungkin semuanya sama saja, ”  tutur Max yang menolak dibandingkan dengan merek-merek lain.

Yuk kita intip sedikit spesifikasi masing-masing seri. Kita mulai dengan ViewPad 7. Ini merupakan tablet GSM dengan sistem operasi Android 2.2 dan fitur ponsel 3,5G.  Badannya tipis di 11,5mm. Model berbobot 375 gram ini datang dengan slot microSD, port mini USB dan speaker. Fiturnya adalah G-Sensor, Bluetooth 2.1 + EDR, Light Sensor, GPS/AGPS.  “ViewPad 7 punya dua kamera, di depan VGA dan di belakang 3 megapiksel. Bisa dipakai videoconference,” kata Max.

Sementara ViewPad 10 mengunggulkan sistem operasinya yang ganda. “Pakai Win 7 Home Premium jika membutuhkan produktivitas, atau pilih Android 2.2 jika kamu perlu mobilitasnya,” kata Max. Seri ini dimotori prosesor Intel Pine Trail M N455 dengan DDR3 1GB dan storage SSD 32GB. Kamera depan 1,3 megapiksel, Bluetooth 2.1 + EDR, Wi-Fi 802.11 b/g/n, dua port USB 2.0, mini VGA, jack audio 3.5mm dan slot microSD, seta baterai Li-Polymer menjadi fiturnya.

Bagaimana dengan ViewPad 10s? Yang ini merupakan tablet dual core yang menggunakan grafis nVidia Tegra 250. Karena itulah ia mampu memutarkan video Full HD 1080p. ViewPad 10s yang berbobot 730 gram ini juga bisa disambungkan ke docking station sehingga dapat difungsikan sebagai photo frame.

Dua seri berikutnya – ViewPad 4 dan V350 – lebih merupakan ponsel pintar. V4 yang menggunakan sistem operasi Android (Gingerbread), GSM licensed, dengan ViewScene built-in. ViewScene bisa mendeteksi lokasi dan waktumu yang berbeda-beda dan secara otomatis berpindah setting. “Intelligent scene switch mode untuk GPS ini unik,” kata Max. ViewPad 4 punya output HDMI, kemampuan untuk merekam dan memutar video HD (high definition), dan dua kamera (5 megapiksel dengan LED flash dan VGA) yang bisa dipakai video teleconferencing. Ponsel pintar ini diklaim berbadan tertipis (10mm) untuk kelas 4”.  Skor uji Quadrant Benchmark untuk ViewPad 4, ungkap Max, mengungguli HTC Desire HD, yakni 2241 vs. 1500, pada kondisi standar pabrik.

Sedangkan V350 merupakan smartphone Android 2.2 dual SIM. Ponsel pintar GSM licensed ini dibekali RAM 512MB, kamera otofokus 5 megapiksel, fitur SRS TruMedia/DLNA, Bluetooth 2.1, 802.11 b/g/n dan GPS/AGPS, serta baterai berkapasitas 1500mAh. Dibandingkan saingannya seperti HTC Wildfire, ia lebih ringan (118,5gram), juga lebih kompak (60,9x114x12,45 mm).

Untuk tahap pertama, baru ViewPad 7 yang siap dijual di Indonesia. “Masuk mungkin sekitar akhir bulan ini. Harganya Rp 3.975.000,” kata John. Seri-seri lainnya akan segera menyusul. “ViewPad 10 mungkin sebulan setelahnya. Harganya belum tahu,” tambah John.

Tanggapan Kamu

komentar