First Media akan Ubah Semua Kanalnya ke HD

Fox International Channels Territory Head untuk Indonesia Cam Walker berjabat tangan dengan Sales Director First Media Dicky Moechtar setelah bertukar piagam tanda resminya kerjasama penayangan siaran HD dari FIC.

JAKARTA, KAMIS – Satu lagi kabar bagus dari First Media, khususnya jika kamu penikmat film dengan kualitas HD (high definition). Pemain jaringan cable TV yang sudah beroperasi di tanah air sejak 1999 itu sedang bersiap mengubah semua kanal/saluran cable TV-nya ke HD.

“Ini perjalanan yang akan panjang, tapi (First Media) akan konversi dari SD (standard definition) ke HD,” ungkap Dicky Moechtar (Sales Director, First Media) dalam acara kerjasama First Media dengan Fox International Channels (FIC) di Jakarta akhir pekan lalu (19/8/2011).

“Tahap pertama akan konversi HomeCable (layanan cable TV First Media) di apartemen dan hotel. Tapi nantinya semua pelanggan dapat konversi. Disediakan sampai empat outlet, jadi boleh kombinasi misalnya tiga HDTV dan satu biasa,” urai Dicky. “Pelanggan tidak akan di-charge secara terpisah untuk HD. Bedanya cuma di harga sewa set top box,” tambahnya.

Sejak awal tahun ini First Media sebenarnya sudah menawarkan 6 kanal HD, yakni HBO HD, HBO Hits HD, ESPN HD, Fashion TV HD, ASN HD dan LiTV HD.  Namun kini ada tambahan empat kanal HD lagi hasil kerjasamanya dengan FIC, yakni Fox HD, Star World HD, National Geographic Channel HD, dan National Geographic Wild HD. Ini akan disusul dengan Star Movies HD dan Fox Crime HD.

“Sampai akhir tahun (First Media) akan punya 15 kanal HD. Di Singapura ada 20 kanal HD, kita tidak boleh ketinggalan,” jelas Dicky yang menargetkan sampai tahun 2015 akan mendapatkan 1 juta home pass dari langganan HD TV. “Sampai akhir tahun 2011, akan dapat 10.000 pelanggan pertama,” kata Dicky tentang target pasarnya.  Ia optimis angka itu tercapai karena teknologi HD sudah matang sehingga migrasinya mudah.

Eh omong-omong kamu tahu kan beda SD (standard definition) dengan HD (high definition)? “HD punya resolusi 5x dari TV biasa. Setingkat dengan Blu-ray,” begitu rangkum Dicky.

 

Tanggapan Kamu

komentar