Bidik Usaha Skala Menengah, NetApp Tawarkan Storage Murah

Country Manager NetApp untuk Indonesia dan Filipina Steven Law

JAKARTA, KAMIS – Tak ada yang tak butuh storage saat ini, apalagi perusahaan. Namun banyak perusahaan, khususnya skala menengah (mid-size business), terjebak membeli storage yang berlebih yang dipaketkan bersama server. Mengantisipasi kebutuhan storage di masa depan jadi nantinya tidak perlu upgrade, begitu kilah vendor penjajanya saat memilihkan storage. Dan konsumen yang kurang paham tentang TI (teknologi informasi) pun menurut.

Padahal, menurut Steven Law (NetApp Country Manager for Indonesia and Phillipines) dalam bincang-bincang di Jakarta tadi siang (1/12/2011), perusahaan seharusnya mulai (storage-nya) dengan ukuran yang tepat. “Mulai dengan benar, bikin tetap sederhana, dan berkembang dengan cerdas,” sarannya.

“Tantangan yang dihadapi mid-size business, 70% dari budget-nya dihabiskan untuk maintenance, karena mereka biasanya punya banyak outlet yang tersebar. Sebanyak 55% budget TI rata-rata diserap oleh hardware. Budget ini tidak akan naik mengikuti kebutuhan. Sementara 23% budget TI itu lari ke storage, karena data setiap tahun rata-rata tumbuh 50%,” papar Steven.

Sadar bahwa usaha menengah punya prioritas yang berbeda saat memilih storage, yakni segi pendanaan, NetApp pun meluncurkan storage khusus buat segmen tersebut, yakni FAS2240. Harganya terjangkau, kurang dari US$ 7500. “Yang ditawarkan bukanlah barang murah karena size-nya yang kecil, tapi enterprise storage pada harga entry-level,” tandas Steven.

“FAS2240 adalah satu-satunya storage entry-level yang bisa moving file bersama controller. Hampir semua fitur di seri enterprise tersedia. Punya fitur efisiensi seperti dedup, thin provisioning, sehingga tidak harus memilih antara kinerja dan kapasitas, “ kata Steven menjabarkan keistimewaan FAS2240. Menurut Steven, FAS2240 juga adalah satu-satunya storage mid-size business yang bisa diinstal software management, termasuk performance monitor untuk Microsoft VMWare dengan harga di bawah US$ 10.000.

Eh omong-omong mengapa NetApp yang biasanya main di storage skala enterprise kini membidik mid-size business di Indonesia ya? “Mid-size market di Indonesia punya peluang lebih besar dibandingkan enterprise yang sudah cukup stabil (pasarnya),” jawab Agustini (Director, PT Metrodata e-Bisnis – salah satu distributor NetApp di Indonesia) yang juga hadir siang itu.

Kota-kota di luar Jakarta pun disebut Agustini sebagai berpeluang besar untuk produk NetApp FAS2240.”Pertumbuhan di Jakarta nyaris tidak ada, tapi di luar Jakarta menggiurkan. Dua digit. Surabaya, Medan dan Semarang, pertumbuhan perusahaan besar sekali,” jelas Agustini tentang potensi pemasaran FAS2240.

O ya, mid-size business versi NetApp adalah perusahaan yang jumlah orang TI-nya kurang dari 20 orang dan kapasitas storage yang digunakan sekarang kurang dari 20 terabyte, atau budgetnya kurang dari US$ 500.000.

Tanggapan Kamu

komentar