Cegah Persaingan tak Sehat, Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia Dibentuk

Perwakilan dari 68 perusahaan TI di Indonesia yang bergabung dalam AiTI Indonesia bergambar bersama usai deklarasi.

JAKARTA, SELASA –  Bagi banyak vendor, Indonesia selalu saja disebut sebagai penting karena merupakan pasar dengan potensi terbesar. Maklum jumlah penduduk kita besar, di atas 200 juta. Beragam barang elektronik dan produk teknologi informasi (TI) pun umumnya laris manis di tanah air.

Kendati demikian, penetrasi komputer di tanah air sangatlah rendah, bahkan terendah di ASEAN. Berdasarkan indikator NRI 2010-2011 (Networked Readiness Index). Indonesia tercatat ada di peringkat 53. Angka penetrasinya sendiri adalah 5% – 6%, jauh tertinggal dibandingkan cakupan produk telekomunikasi yang sudah di atas 90%.

Pemanfaatan teknologi informasi yang tak merata, kebanyakan di kota-kota besar saja, juga menambah besar kesenjangan digital. Apalagi belum ada asosiasi yang benar-benar berusaha mengurangi kesenjangan digital melalui upaya pengembangan sumberdaya manusia, layanan dan produksi hardware, software dan konten. Asosiasi yang sudah ada masih berfokus pada perdagangan saja.

Menyadari hal itu, 14 Desember lalu 68 perusahaan TI mendeklarasikan AiTI-Indonesia (Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia) yang bersifat nirlaba. Tujuannya, begitu dalam rilis persnya, adalah mendorong dan mengembangan usaha anggota secara beretika, juga mencegah persaingan tak sehat antaranggota, dan memajukan ekonomi nasional melalui penyebaran, perluasan industri dan pemanfaatan TI.

Keanggotaan AiTI Indonesia terbuka bagi prinsipal/vendor, pemegang merek nasional, pabrikan, distributor, system integrator, dealer, penyedia konten, software house, retailer, dan lembaga pendidikan.

Saat ini yang sudah tergabung adalah Abacus Kencana Industries, Alfa Artha Andhaya, Ampnet Mega Pacific, Anabatic Technologies, Arisma Data Setia, Asaba Computer Centre, Astra Graphia Information Technology, Astra Graphia Tbk,  Astrindo Senayasa, Berca Cakra Teknologi, Bufatra Solusi Pratama, Cipta Bisnis Megakomputindo, Computrade Technology International, Datamation Purwana Utama,  Datascrip, DBMS, Dgnet Indonesia,  Dharmacitra Cendekia, Diamondindo Mitra Lestari, Dimension Data Indonesia, Dragon Computer & Communication,  ECS Indo Jaya, Elsiscom Prima Karya, Galva Technologies Corporation, Hastacacitra Pastika, Indocom Niaga, Indodaya Cipta Lestari, Indomac Bhakti Karya, Indonusa System Integrator Prima, Infonet Mitra Sejati, Informasi Teknologi Indonesia (JATIS), Inti Bisnis Multimedia,  INTI (Persero),  IP Network Solusindo, ITPro Citra Indonesia, J & L Computer, Jayacom Alpha Electronics, Komala Komputer, Landmega Tekindo, Laxo Global Akses, Marvel Network Sistem, Mastersystem Infotama, Metrodata E Bisnis, Microreksa Infonet, Multipolar Technology, Nata Solusi Pratama, Netsphere Teknologi, Nusantara Compnet Integrator, Nusa Prima Cipta, Pazia Pillar Mercycom, Packet Systems, Pembina Galindra Electric, PMB Indonesia, Point Computer, Premier Retail Indonesia, Prolink Intidata Nusantara, Sandi Sarana Perkasa, Sistech Kharisma, Softnet Indonesia, Suryaniaga Lokalestari, Tera Data Indonusa, Tixpro Informatika Megah, Tritanu, Triumvirate Tahta Technology, Utama Jaya,  Visiland Dharma Sarana, Wahana Cipta Sinatria dan  Zyrexindo Mandiri Buana.

Tanggapan Kamu

komentar