Tiga-R dari Trend Micro agar Anak Aman di Internet

Jakarta, Selasa – Internet saat ini sudah begitu akrab dengan kehidupan anak-anak. Sebuah riset yang dilakukan Synovate menunjukkan bahwa 1 dari 3 anak-anak berkata bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa internet. Di Taiwan, sekitar 26 persen dari anak-anak menggunakan internet selama lebih dari tiga jam per hari dan rasio ini secara signifikan tumbuh menjadi 50,2 persen selama akhir pekan. Sementara di Amerika Serikat, 90 persen remajanya selalu online. Di Filipina, 19 persen dari anak-anak berumur 13 hingga 17 menggunakan Facebook. Di Korea Selatan, 15 persen dari anak-anak dan remaja ketagihan internet/video game.

Padahal internet bukanlah dunia yang ramah dan aman bagi anak-anak yang gemar internetan ini. Anak-anak ini  menjadi sasaran empuk bagi beberapa jenis kegiatan kriminal, seperti cyber-bullying dan online grooming. Begitupula dengan materi-materi yang tidak tepat bagi anak-anak seperti pornografi, kekerasan, merusak diri sendiri (seperti disorder makan, penyalahgunaan zat, dsb). Sebagai bukti, di Korea Selatan, 90 persen dari anak-anaknya terekspos pada materi-materi cabul sejak umur 12 tahun dan di Taiwan, 25 persen dari anak-anak telah terekspos pada pornografi di internet.

Orangtua juga harus berhati-hati dengan komersialisme yang agresif atau tidak diinginkan, secara terus-menerus memonitor garis antara berbagi informasi dan promo, dan permohonan untuk berbagi informasi personal. Mereka juga harus lebih berhati-hati terhadap ancaman web seperti spyware, hack attacks, viruses, dan software malicious lainnya.Anak-anak juga biasanya kurang sensitif dengan arti kata “privasi”. Sehingga mereka dengan mudah berbagi alamat email, nomor telepon selular, dan nama-nama sekolah pada orang lain.

Dari sisi orang tua, studi yang dilakukan oleh Trend Micro menunjukkan bahwa 83 persen orangtua prihatin dengan kegiatan-kegiatan online yang dilakukan anak-anak mereka. Tapi, tetapi hanya 30 persen yang benar-benar mengecek Social Networks anak-anaknya untuk mengetahui apa yang mereka lakukan. Untuk itu, Trend Micro sebagai perusahaan keamanan cloud global, memberikan tips bagi para orang tua untuk meyakinkan bahwa internet aman dan sehat bagi anak-anak mereka.

Relate. Orangtua harus menjalin komunikasi secara konstan dengan anak-anak agar mereka lebih terbuka dengan kegiatan onlinenya. Trend Micro baru-baru ini merilis sebuah eGuide Gratis mengenai bagaimana orang tua dapat “berbicara” dengan anak-anak mengenai proteksi online.
Re-learn. Agar tidak ketinggalan dengan anak-anak yang lebih banyak tahu mengenai komputer dan internet, orangtua harus terus belajar dengan teknologi-teknologi terkini.Pengetahuan soal parental
controls dan web filtering akan membantu orang tua memproteksi anak-anak.
Regulate. Buat perjanjian antara orangtua dan anak-anak situs dan aplikasi mana saja yang dapat mereka akses. Begitupula dengan batasan waktu mengakses internet dan perangkat sosial lainnya. Taruh komputer di area umum dan membatasi akses pada perangkat-perangkat mobile juga akan membantu.

Tanggapan Kamu

komentar