Beroperasi Satu Tahun, Rakuten Indonesia Siap Pasarkan 1 Juta Produk

ki-ka: Director Rakuten Tesong Kim, President Director & CEO PT Rakuten-MNC Rio “Popeye” Inaba dan Director Reino R. Barack memamerkan produk yang dijajakan di situs e-commerce Rakuten Belanja Online

JAKARTA, JUMAT –  “Apa pun bisa dijual via Internet, termasuk telur ayam,” kata Ryota “Popeye” Inoba (President Director & CEO, PT Rakuten-MNC) membuka jumpa pers perayaan ulang tahun satu tahun beroperasinya Rakuten Belanja Online (RBO) di Jakarta (6/6/2012). Popeye, begitu julukan Ryota, lalu bercerita tentang kisah sukses seorang peternak telur ayam di Cina sukses yang setiap bulan membukukan US$ 100.000 per bulan dengan berjualan telur ayam melalui Internet.

Eh tahu Rakuten kan? Kalau di Jepang, ini adalah situs belanja online yang beken, pemain nomor wahid Perusahaan layanan Internet itu tidak hanya mendukung merchant-merchant besar yang sudah punya nama, tapi juga para pedagang kecil.  Lebih dari 39.000 merchant dengan 90 juta barang bergabung di situs Rakuten Jepang yang berdiri sejak 1997 itu. Orientasinya adalah toko, bukan produk. Ia menyediakan pasar B2B2C (business to business to consumer).

Di Indonesia, Rakuten beroperasi sejak Juni 2011 dengan kerjasama dari MNC Group. Saat ini, situs e-commerce RBO (www.rakuten.co.id) tersebut menawarkan lebih dari 200 ribu produk dari 300 merchant. Tawaran produknya beragam, mulai dari makanan, produk ponsel, produk elektronik rumah tangga, sampai kosmetik dan fashion. Dalam deretan merchant-nya ada OkeShop, Erafone, Selular Shop, Mustika Ratu, Martha Tilaar, Pocari Sweat, Yamaha, Best Denki, Electronic Solutions, Epson, Sony, Panasonic dan Fujifilm. “Best Denki menjadi (merchant) yang pertama yang menawarkan Internet shopping di luar Jepang. Bebas biaya ongkos kirim, dan free installment,” kata Popeye.

“Mei 2012, jumlah merchant kami tumbuh 5x, jumlah produk naik 5x, dan trafik ke situs melonjak 8x dibandingkan Juni 2011,” kata Popeye bangga. “Kami sangat puas dengan pencapaian RBO di tahun pertama beroperasi, melebihi harapan awal kami saat diluncurkannya situs ini,” tambah lelaki yang lahir tahun 1972 itu. “Indonesia tumbuh begitu cepat,” tandasnya.

“Fans Facebook kami ada 100 ribu. Trafik situs tinggi, ketiga setelah India,” cerita Popeye. “55% trafik kini dari Jakarta, dan 45% dari luar Jakarta. Cukup bagus, karena sebelumnya (Juni 2011) trafiknya didominasi oleh Jakarta (90%). Sementara secara gender, 65% adalah pria dan 35% wanita. Seharusnya wanita lebih banyak. 49% pembeli berada di rentang usia 20 – 29 tahun, alias generasi muda, dan 34% di 30 – 36 tahun,” tambahnya.

Kesuksesan RBO, ungkap Popeye, bukan hanya karena tawaran produk dan harganya yang bagus, tapi juga informasi yang lengkap di situs. “Rakuten tidak punya inventori, tapi menyediakan komunikasi dengan merchant,” tekan Tesong Kim (Director, Rakuten Belanja Online). “Kami bukan retail company, tapi service company,” tambah Reino R. Barack (Director, PT Rakuten-MNC).

RBO juga menawarkan produk-produk unik Jepang, termasuk makanan dan camilan. Kopi Kato, beras Kondo, First Love Cake adalah beberapa tawaran khas Jepang.  “Rakuten akan menyediakan lebih dari 1 juta produk tahun ini,” janji Popeye. “Visi kami adalah menggarap semua UKM di Indonesia sehingga jangkauannya sangat besar. Tapi untuk menjadi merchant RBO, mereka harus punya NPWP,” tambah Reino.

O ya, selain pembayaran dengan kartu kredit dan Internet Banking, RBO memberlakukan sistem pembayaran COD (cash on delivery). Cuma sementara ini pembayaran tunai di tempat itu hanya disajikan oleh merchant yang berbasis di Jakarta. Keunggulan lainnya, barang yang dibeli bisa diambil di salah satu dari 234 gerai Alfa Midi yang buka 24 jam.

Tanggapan Kamu

komentar