Geliat Startup Asia di Startup Asia Jakarta 2012

Startup Asia Jakarta 2012 telah dibuka. Ini adalah acara startup kedua yang digelar oleh TechInAsia.TechInAsia adalah sebuah portal berita TI di Asia. Acara yang mengumpulkan para pelaku startup di Asia ini dilaksanakan pada 7-8 Juni 2012, bertempat di Annex Building lantai 10-12.

Acara ini dihadiri sekitar 500 pelaku startup, “mereka terutama berasal dari Asia Tenggara, Jepang, dan ada juga yang beral dari Amerika,” terang Willis Wee, co-founder TechInAsia. Sebagai sebuah portal berita, TechInAsia punya perhatian yang cukup baik dengan perkembangan startup di wilayahAsia. Sebab, menurut Willy, informasi seputar startup di Asia masih kurang memadai. “Padahal, semua orang sedang melihat kemari sekarang,” terangnya lagi. Sebagai sebuah wilayah yang tengah berkembang, Asia memang masih punya banyak potensi baik dari sisi pasar dan sumber daya teknis yang belum tergali. Untuk itu, TechInAsia ingin berbuat lebih banyak untuk startup di kawasan Asia. “Kita bukan cuma melihat dan menulis mereka saja, tapi kita juga ingin berbuat sesuatu bagi mereka,” ungkap Willis.

Dalam acara ini, startup yang tengah bertumbuh di sekitar Asia memamerkan kebolehan startup mereka di booth-booth di lantai 10. Sementara di lantai 12, seminar dengan pembicara dari berbagai pelaku, pemerhati, investor, serta berbagai komunitas startup berbagi pengalaman mereka. Satu hal yang mereka sampaikan bagi pelaku startup adalah harus tetap fokus, punya gairah (passion) atas apa yang mereka kerjakan, dan bentuk tim yang solid.

Di akhir acara Startup Asia 2012, digelar Startup Arena. Inilah saat dimana para startup yang membuka booth mesti mempresentasikan bisnis yang sedang mereka kembangkan. Presentasi ini kemudian dinilai oleh para juri. Ide-ide yang diajukan para peserta Startup Arena ini cukup menarik loh. Misalkan saja ide untuk menggelar jasa yang dibayar Rp50.000,00 dari Gobann.com.

Adapula yang mengopi ide Instagram untuk platform Blackberry, yang dinamakan Bibbycam. Ada pula Mosso al Jepang, yang menyediakan aplikasi mengedit video dengan mudah, sayangnya ini terbatas untuk pengguna Mac. Tapi, bulan depan mereka berencana untuk meluncurkan aplikasi ini untuk iOS. Adapula Payroll Hero dari Filipina yang menawarkan software untuk menghitung gaji karyawan yang benar-benar sesuai dengan disiplin kerja karyawannya.

Menurut Willis, Jakarta dipilih untuk acara ini sebab, Jakarta bakal jadi kota startup berikutnya. Saat ini, Cina memang masih menjadi pemimpin dalaperkembangan startup di Asia, disusul oleh India, dan Jakarta menjadi salah satu yang membuntuti kedua negara tersebut.

Tanggapan Kamu

komentar