Syukurlah, IPv6 Sudah Tersedia

JAKARTA, SENIN – Pekan lalu, tepatnya pada 6 Juni, sistem pengalamatan IPv6 meluncur. Apa artinya? Artinya, semua ISP, produsen hardware dan search engine harus mengaktifkan Internet Protocol v6 tersebut secara permanen, atau setidaknya mendorong yang lain untuk melakukannya.

Untuk apa? Supaya triliunan pengguna bisa memiliki alamat IP-nya sendiri, dan bukannya beberapa miliar alamat yang diperbolehkan oleh standar IPv4 yang masih berjalan sampai saat ini dan ‘hanya’ punya ruang untuk 2^32 alamat, atau sekitar 4,3 miliar alamat. Ingat kan, pada Februari 2011 IANA (Internet Assigned Numbers Authority) kehabisan alamat yang akan akan dialokasikannya untuk Regional Internet Registries?

Nah ruang yang disediakan IPv6 jauh lebih besar dibandingkan IPv4, yakni 2^128 alamat, atau lebih dari 340 triliun, triliun, triliun! Kalau ini IPv6 tidak ada, Internet akan segera jebol dan kita semua tidak bisa ‘bekerja’. Sebab bisa-bisa kamu harus berbagi satu alamat dengan beberapa orang lain loh.

Bersyukurlah hal ini tidak akan terjadi karena Google dan yang lain sudah menguji sistem IPv6 tersebut selama program pilot.

Sebagai penyegar, Internet beroperasi untuk pertama kalinya tahun 1983. Saat ini Internet melayani nyaris 2,5 miliar orang dan 11 miliar perangkat di seluruh dunia. Asal tahu saja untuk bisa terkoneksi ke Internet, setiap perangkat harus punya alamat IP  (label numerik yang menjadi identitas setiap komputer, ponsel, tablet, ebook reader, dll). Alamat inilah yang memungkinkan mesin-mesin saling menemukan dan berkomunikasi satu sama lain online sehingga kamu bisa mengecek e-mail, jalan-jalan ke situs web atau nonton video.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: