Developer dan Publisher Game Indonesia Bentuk Asosiasi

Anggota AGI berfoto bersama usai Musyawarah Nasional pertama mereka
Anggota AGI berfoto bersama usai Musyawarah Nasional pertama mereka

Jakarta – Untuk mengembangkan industri game di tanah air, publisher dan developer game Indonesia membentuk wadah yang dinamakan Asosiasi Game Indonesia (AGI). Untuk pertama kalinya sejak dibentuk bulan lalu, AGI melaksanakan musyawarah besar yang dilaksanakan di Jakarta, Rabu (8/5). Ke depannya, AGI juga akan mengajak elemen industri game lain untuk bergabung dalam asosiasi ini, seperti penyedia platform, institusi pendidikan, penyelenggara EO game, payment gateway, dan sebagainya.

Hal ini disampaikan Andi Suryanto, ketua umum AGI usai konferensi pers. Lewat perkumpulan ini, Andi berharap industri game di Indonesia bisa mendominasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sebab saat ini ia melihat kurang adanya kerjasama yang sinergis antara developer dan publisher lokal. “Publisher membeli game-game luar dan mempromosikannya di Indonesia, tapi game lokal Indonesia sendiri malah dibeli oleh publisher diluar negeri,” ceritanya miris. Oleh karena itu, Andi berharap lewat perkumpulan ini bisa mengembangkan diskusi bisnis dan dapat bisnis yang sesuai.

“Dengan adanya AGI ini diharapkan seluruh pelaku industri game berkumpul untuk menata dan mengatasi masalah yang akan dihadapi bersama-sama serta meningkatkan pengembangan industri game Indonesia di masa depan,” tuturnya lagi. Industri game di Indonesia mulai terbentuk pada tahun 2000, seiring dengan kemajuan teknologi dan internet yang semakin tinggi. ”Semakin berkembangnya industri game di Indonesia memberikan pemasukan yang cukup besar bagi Negara, dari industri Game Online sendiri kurang lebih menghasilkan 500 Milyar pertahunnya” ujar Andi.

Sampai dengan saat ini total member AGI sudah mencapai 20 anggota. Lewat asosiasi ini mereka ingin agar AGI bisa menjadi sumber jejaring bagi para pelaku industri game nusantara, meningkatkan kualitas dan layanan game-game di Indonesia agar dapat bersaing di dunia internasional, serta menjadi perantara hubungan antara industri game dengan Pemerintah. Meski sebelumnya telah banyak asosiasi terkait game berdiri, namun AGI mengukuhkan perkumpualnnya ini sebagai lembaga berbadan hukum.

Eka Santhika

Travelling di dunia digital dan dunia nyata ^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: