Setelah Telekomunikasi, NEC Incar Sektor Ritel, Platform & Mobilitas

nec1

ki-ka: Michael D. Pratadaja (General Manager – SI Solutions Department, Enterprise Solutions Division PT NEC Indonesia), Takeshi Tsukamoto, (President Director PT NEC Indonesia) dan Katsunori Yabumoto (Senior Vice-President PT NEC Indonesia) menunjukkan salah satu teknologi NEC untuk industri ritel

JAKARTA, RABU – Sudah 45 tahun NEC berkiprah di tanah air. “Kami hadir pertama kali tahun 1968, di industri telekomunikasi dan TI. Kami merupakan pemimpin pasar di telekomunikasi Indonesia,” kata Takeshi Tsukomoto (President Director, PT NEC indonesia) dalam  acara media briefing NEC di Jakarta kemarin siang (11/6/2013).

Tahun ini, kata Tsukomoto, NEC ingin memperluas pasarnya di tiga area: ritel, platform dan mobilitas. “Kami yakin bahwa kami bisa membantu mendorong bisnis ritel Indonesia dengan kualitas dan kemampuan servis kami yang didasari pengalaman bertahun-tahun di industri ini,” katanya. Selain itu, tuntutan dari customer telah membuat NEC harus segera memasuki area tersebut.

Salah satu solusi yang diperkenalkan NEC adalah EBWeb (electronic business application by web server). Layanan penyedia komunikasi elektronik B2B melalui Internet yang membuat proses pengadaan berlangsung lebih efisien ini untuk pertama kalinya diperkenalkan di luar Jepang. “Di Jepang, lebih dari 300 perusahaan sudah menggunakannya,” terang Katsunari Yabumoto (Senior Vice President, PT NEC Indonesia).

nec twinpos g5“Klien kami antara lain convenience stores, juga sektor otomotif,” kata Michael D. Pratadaja (General Manager, SI Solution Dept., Enterprise Solution Div., PT NEC Indonesia). Salah satu pengguna sistem POS NEC adalah Alfamart yang menggunakan Twinpos G5 di 5000 tokonya..

NEC juga memperkenalkan teknologi ritel dan platform untuk perusahaan ritel kecil sampai menengah berupa Digital Signage dan DCM Star Package Solution dan solusi POS (point of sales). NEC menawarkan dua model solusi POS, yakni yang software dan hardware-nya dikembangkan oleh NEC, dan yang hardware-nya dikembangkan NEC tapi software-nya menggunakan Microsoft Dynamics AX. Skalanya beda. Yang pertama semata-mata berurusan dengan POS, sedangkan yang kedua sudah mencakup ERP (enterprise resources planning).

Sedangkan untuk solusi mobilitas, NEC menawarkan MSFA (mobile sales force automation) yang memungkinkan orang sales memasukkan order, memantau inventori dan mengumpulkan permintaan melalui smart devices. Juga ditunjukkan bagaimana NEC memanfaatkan teknologi NFC (near field communication) sebagai pendukung alat pembayaran dan solusi program loyalitas.

Tanggapan Kamu

komentar