Berkenalan dengan BASH Scripting

Tidak bisa dipungkiri bahwa seiring dengan berjalannya waktu, popularitas Linux semakin meningkat setiap harinya. Proyek Kernel Linux yang pada awalnya hanyalah sebuah proyek iseng oleh Linux ternyata menjelma menjadi sebuah proyek yang menjadi dasar bagi evolusi pada dunia digital saat ini.

t05-435-linux-01Kita bisa melihat bahwa semakin banyak perangkat digital yang didalamnya menggunakan Linux didalamnya. Perubahan pun dilakukan di semua bidang agar Linux mampu digunakan oleh semua kalangan pengguna, baik dari tingkat dasar sampai para ahli sekalipun.

Satu hal yang masih menjadi ciri khas dari Linux adalah keberadaan shell yang tidak pernah hilang pada distro Linux manapun. Shell adalah sebuah command-line interpreter yang bertugas untuk menterjemahkan perintah yang diinputkan oleh pengguna secara langsung kedalam sistem melalui bantuan terminal atau konsole sebagai antarmuka tampilannya (seperti Command Prompt pada platform Windows). Meskipun saat ini sebagian besar distribusi Linux sudah menwarkan tampilan grafis, shell masih dipandang sebagai salah satu kekuatan dari Linux dimana shell menjembatani pengguna agar bisa berinteraksi dengan sistem dengan lebih fleksibel. Banyak hal yang bisa dilakukan pada shell karena kita langsung berhadapan dengan sistem, ditambah dengan banyaknya varian shell yang menawarkan berbagai macam fitur didalamnya, seperti csh, sh, bash, ksh, tcsh, ash, zsh, dan lain-lain

t05-435-linux-02Salah satu jenis shell yang paling umum digunakan adalah BASH (Bourne-Again Shell) yang diciptakan oleh Bryan Fox pada tahun 1988. Shell ini merupakan pengganti dari Bourne Shell (sh) yang sudah ada lebih dahulu dan masih digunakan pada beberapa distribusi Linux. Saat ini BASH sudah menjadi shell de facto untuk hampir semua distribusi Linux karena dianggap paling kaya fitur serta memiliki tingkat portabilitas yang cukup tinggi. Untuk perbandingan antar varian shell bisa dilihat pada situs Wikipedia https://en.wikipedia.org/wiki/Comparison_of_command_shells.

Untuk bisa memahami sistem Linux dengan lebih baik dan juga meningkatkan produktivitas serta memanfaatkan fleksibilitas yang ditawarkan oleh Linux, maka ada baiknya kita mencoba untuk mempelajari pemrograman BASH script. PCplus menggunakan distro Slackware Linux, namun tutorial ini bisa diterapkan pada semua distribusi Linux selama menggunakan versi BASH 4.2 keatas. Kamu bisa menggunakan text editor apapun karena pada dasarnya BASH script adalah file text biasa. Kamu juga bisa mencobanya pada platform Windows dengan bantuan dari Cygwin, http://www.cygwin.com.

Nah, sekarang buka text editor kamu

1. Langkah pertama dalam membuat sebuah shell script adalah memberitahukan kepada sistem shell apa yang hendak digunakan, karena bisa jadi didalam sebuah distribusi Linux tersedia lebih dari satu varian shell. Karena kita hendak menggunakan bash, maka tuliskan baris ini pada baris pertama dari setiap bash shell script yang akan kita buat

#!/bin/bash

Kode ini disebut dengan shebang dan merupakan instruksi khusus yang akan menentukan interpreter apa yang hendak dipakai untuk memproses sebuah shell script. Sebagai contoh, untuk script yang memanfaatkan interpreter Perl, maka akan berisi informasi #!/usr/bin/perl.

2. Karena shell script pada dasarnya mampu mengeksekusi perintah-perintah pada shell, maka kita bisa menjalankan perintah shell dari shell script. Sebagai contoh, kita hendak menampilkan tanggal hari ini beserta dengan nama username yang kita pakai untuk login. Gunakan kode pada listing-1 sebagai contoh. t05-435-linux-03Sebelum kamu bisa menjalankan script tersebut, berikan hak akses execute pada file tersebut dengan perintah chmod +x listing-1.sh (sesuaikan dengan nama file yang kamu berikan) lalu jalankan dengan perintah ./listing-1.sh atau bash listing-1.sh.

Sederhana bukan? Perintah date akan menampilkan informasi tanggal hari ini sedangkan perintah whoami akan menapilkan informasi user yang kamu pakai untuk login.

3. Bagaimana jika kita hendak menampilkan teks yang digabungkan dengan sebuah perintah shell? Gunakan fungsi echo untuk menampilkan pesan ke layar seperti pada listing-2. Fungsi echo menerima parameter berupa pesan teks yang akan ditampilkan kelayar. Mungkin kamu bertanya, kenapa informasi t05-435-linux-04tanggal dan user berada pada baris yang berbeda dengan teks yang ditampilkan? Hal ini disebabkan karena fungsi echo pada dasarnya akan menampilkan pesan lalu berganti baris berikutnya. Untuk bisa menampilkan sebuah informasi di sebelah kanan dari teks yang ditampilkan, gunakan parameter -n pada fungsi echo seperti pada listing-3.

4. Kamu bisa mencoba beberapa perintah yang terdapat pada lokasi /bin maupun /usr/bin. Apabila tidak yakin dengan kegunaan sebuah perintah, jalankan perintah man <nama-perintah> pada konsole atau terminal, misalnya man ls dan informasi manual tentang perintah ls akan ditampilkan. Setiap perintah memiliki variasi parameter yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya, sehingga ada kalanya kita harus membaca manual untuk mengetahui setiap opsi yang ada.

Demikian perkenalan singkat kita dengan BASH scripting. Sampai jumpa pada edisi berikutnya dan selamat mencoba.

 

Listing 1

#!/bin/bash
date
whoami

 

Listing 2

#!/bin/bash
echo “Tanggal hari ini : “
date
echo “User Anda : “
whoami

 

Listing 3

#!/bin/bash
echo -n “Tanggal hari ini : “
date
echo -n “User Anda : “
whoami

 

Naskah: Willy Sudiarto Raharjo [[email protected]]

Tanggapan Kamu

komentar