Diskusi IT Buzz: Pengembang Aplikasi dan Konten Lokal Butuh Ekosistem

FGD_1rJAKARTA, RABU – Adakah di antara kamu yang bisa menyebut salah satu aplikasi atau konten lokal yang banyak dipakai? Hmm, bagaimana dengan PixMic? Aplikasi sharing foto yang gratis ini karya anak bangsa loh.

Sebenarnya ada banyak anak muda Indonesia yang mampu mengembangkan aplikasi dan konten yang berkualitas, tak kalah dengan bangsa-bangsa lain. Salah satu buktinya adalah kemenangan tim mahasiswa universitas Trunojoyo Madura pada ajang lomba game mahasiswa tingkat dunia Imagine Cup 2013 yang digelar Microsoft di Rusia Juli lalu. Melalui game matematika “Save the hamster” yang jalan di ponsel Windows Phone 7.5 dan 8 dan komputer Windows 8, tim Solite ini menyabet gelar juara dua.

Sayangnya kehebatan pengembang lokal tidak selalu mendapatkan penghargaan yang layak di negaranya sendiri. Pengguna kita kebanyakan lebih suka menggunakan aplikasi dan konten nonlokal. Maka para pengembang yang rata-rata anak muda ini tak jarang pindah ke negara lain yang lebih menjanjikan, termasuk dari sisi finansial.

Prihatin dengan kondisi konten dan aplikasi digital di tanah air yang dinamis namun belum memberikan maslahat ekonomi bagi masyarakat, IT Media Group di bawah naungan Kompas Gramedia dengan kerjasama dari Klik Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informasi, dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menyelenggarakan diskusi panel IT BUZZ dengan tema Pengembangan Aplikasi dan Konten Lokal di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta pekan lalu (12/9/2013).

“Kami berharap dengan diskusi ini kita mendapat jalan keluar dari jebakan arus konsumerisme yang sudah menyusup ke dalam dunia digital melalui aplikasi dan layanan. Tentu saja kita tak bisa menutup diri dari keterlibatan digital, namun alangkah eloknya jika keterlibatan kita juga sebagai pelaku produksi. Sudah banyak contoh aplikasi dan konten kita yang mendunia, namun dibutuhkan lebih banyak lagi untuk bisa mengimbangi konsumsi layanan aplikasi dan bandwidth yang notabene dikuasai oleh ekonomi asing,” kata Muhammad Arief Adriyanto (Deputy General Manager IT Media, Kompas Gramedia) membuka acara yang dihadiri para penggerak dan pelaku industri konten dan aplikasi dari pemerintahan, operator telekomunikasi, bisnis, dan pengamat itu.

Menurut Lolly Amalia Abdullah, MSc. (Direktur Kerjasama dan Fasilitasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan IPTEK, Kemenparekraf), bangsa kita kaya talenta dan dilirik banyak pihak, juga sebagai pasar.  “Kalau bisa memangsa 2 sampai 3 persen saja dari kue konten internasional yang jumlahnya triliunan, kita bisa memberi pengobatan gratis, misalnya, untuk rakyat miskin di Indonesia. Untuk itulah Kemenparekraf sangat mendukung diskusi ini,” kata Lolly.

Dr. Ir. Ashwin Sasongko (Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo) mengatakan, “Setelah kita bangun infrastruktur telekomunikasi, maka sekarang harus mengisinya dengan aplikasi konten lokal. Adalah mudah mengurus konten dan aplikasi, namun beda masalahnya jika sudah sampai pada aspek lokal. Pekerjaan rumah yang lain adalah mengarahkan konten pada hal-hal yang positif. Belum lagi kompetisi global juga mengarah ke pengembangan produk lokal mereka sendiri. Maka kita tak bisa bekerja sendiri-sendiri, harus melibatkan banyak pihak termasuk legislatif yang bertugas membuat peraturan.”

Para pelaku industri sendiri mengeluhkan perlakuan pemerintah yang tak sama dengan pelaku asing. Gugatan ini disuarakan antara lain oleh pendiri Kaskus Danny Oei Wirianto, pendiri Tokopedia William Tanuwijaya, dan Edi Taslim dari Kompas.com.

Inti permasalahan, garisbawah Henry K Sumarsono dari Klik! Indonesia, diperlukan common ecosystem untuk kita sendiri, yaitu fairness. Selain itu peraturan yang sama harus diterapkan kepada perusahaan asing yang beroperasi di pasar Indonesia.  Masalah lain adalah pendanaan. Dibutuhkan  platform bersama agar developer juga bisa bersaing melawan pemain besar yang sudah lebih dulu menguasai pasar dengan pendanaan yang luarbiasa besar.

IT Media Group adalah kelompok media yang bernaung dalam Kelompok Kompas Gramedia. Tergabung di dalamnya media-media spesialis yang mengulas teknologi infromasi dan komunikasi, yaitu Majalah InfoKomputer, Majalah Chip, Majalah Chip Foto Video, Majalah What HiFi, Majalah Digital Camera Indonesia, Majalah Travel Fotografi, Majalah Forsel, dan Tabloid Sinyal, serta beberapa media online, termasuk tabloidpcplus.com.

Tanggapan Kamu

komentar