Harga Barang Mahal, Rakuten Segera Berdayakan Penduduk Wamena

kantor rakuten

Ryota “Popeye” Inaba (President Director & CEO) dan Yasunobu “Yas” Hashimoto (Director) dan para karyawan Rakuten Belanja Online di kantor barunya di kawasan Jakarta Selatan.

JAKARTA, JUMAT –Miss Coffee Indonesia 2012 Bianca Beatrice Darmawan sangat suka kopi Arabica Wamena yang kental. Nikmatnya kopi Wamena juga diutarakan oleh Ryota Inaba (Presiden Director & CEO, Rakuten Belanja Online). Kenikmatan kopi Arabica Wamena ini sudah tersohor ke para penikmat kopi di manca negara. Sejak tahun 2008, kopi Wamena ini sudah diekspor ke AS.

Kamu tahu Wamena? Wamena adalah sebuah kota kecil di lembah pegunungan Jayawijaya, Papua. Salah satu hasil bumi andalan Wamena adalah kopi Arabica. Namun harga-harga barang, termasuk kebutuhan sehari-hari, di kota yang hanya bisa dijangkau melalui pesawat udara ini sangat tinggi. Mie kemasan yang di pulau Jawa dijual Rp 3500 misalnya, dijajakan 129% lebih mahal, yakni Rp 8000 per bungkus. Penanak nasi merek lokal pun dibandrol 74% lebih tinggi dari harga di pulau Jawa.

“Margin pedagang tinggi,” kata Ryota yang punya nama panggilan Popeye usai meresmikan kantor barunya di kawasan Jakarta Selatan. Tingginya harga semua barang di Wamena ini kemudian mendorong Rakuten Belanja Online (RBO) untuk meluncurkan proyek HOPE. Ini adalah program kepedulian perusahaan (CSR – corporate social responsibility) Rakuten Belanja Online bagi masyarakat Wamena, Papua. Popeye mengatakan ingin masyarakat Wamena menikmati harga produk yang “masuk akal.”

“Rakutan akan menyediakan beragam produk via e-commerce dan kesempatan (bagi penduduk Wamena) untuk menjual produk-produk lokal ke seluruh dunia,” tutur Popeye. Saat ini di Indonesia Rakuten Belanja Online menawarkan sekitar 500 ribu produk secara online.

“Online shopping adalah peluang untuk menjual ke luar Wamena. Misalnya kopi Wamena. Kami akan soft launch 15 Oktober ini, dan resmi berjualan mulai 13 November,” kata Popeye. “Rakuten ingin melayani masyarakat. Ini hanyalah sebuah contoh, tapi tidak bisa dilakukan sendirian oleh Rakuten,” tambahnya.

Agar proyek HOPE berjalan mulus, Rakuten telah menggandeng penyedia jasa logistik Caraka Group. Caraka-lah yang akan mengantarkan barang-barang yang dipesan secara online ke Wamena. Maklum setiap hari pesawat kargo milik Caraka Group bolak-balik empat kali dari Jayapura ke Wamena mengangkut barang.

“Total jumlahnya 50 – 60 ton. Tapi dari Wamena ke Jayapura pesawatnya kosong. Tidak ada yang dijual (dari Wamena). Dengan adanya Rakuten Belanja Online bisa diakses di sana, (penduduk Wamena) bisa beli langsung online dengan harga yang mirip di sini (pulau Jawa). Ditambah ongkos kirim [pun masih lebih murah dari harga di sana (sekarang). Juga bisa memberdayakan petani Wamena untuk berjualan barang di Internet,” kata Rocky J. Pesik (Chief Executive Officer, Caraka Group).

Caraka, kata Rocky, tidak akan memberikan tarif khusus untuk ongkos kirim barang ke Wamena. Tapi ongkos kirim barang yang keluar dari Wamena akan didiskon. “Bisa lebih dari 40%,” kata Rocky.

Saat ini, tutur Popeye, Rakuten sedang menyeleksi pedagang-pedagang di Wamena yang bisa menjalankan e-commerce. “Yang belum pernah menyentuh PC, ya nanti dulu. Bila sukses ini bisa juga dilakukan di Kalimantan. Indonesia itu seperti Jepang, negara kepulauan. Ada peluang untuk jualan ke kota-kota lain, misalnya kopi Wamena, batik Papua atau koteka.”

Nah, kita tunggu saja apa saja produk Wamena yang akan dijual melalui Rakuten. O ya, untuk Wamena, kata Popeye, sistem pembayaran yang dipakai Rakuten adalah via transfer bank. Sementara di kota-kota lain, Rakuten menawarkan pembayaran dengan kartu kredit dan kartu debit (kerjasama dengan Visa dan Mastercard), transfer  antar rekening bank,  juga pembayaran tunai di tempat (COD).

Tanggapan Kamu

komentar