Riset Ericsson: Kepemilikan Smartphone Penduduk Indonesia Meroket

afrizal ericsson

Regional Head of Ericsson ConsumerLab Asia Tenggara dan Oseania, Afrizal Abdul Rahim

JAKARTA, RABU – Makin banyak orang terlihat memegang tablet hari-hari ini. Anak-anak sampai orang dewasa terlihat asik menyapukan jemarinya di layar sentuh tablet. Maklumlah harga tablet kian terjangkau saat ini, mulai dari sekitar Rp 600 ribu. Kebanyakan pengguna menggunakannya untuk keperluan hiburan: main game, browsing, cek e-mail, update status Facebook/Twitter, dan lain-lain hal yang menyenangkan hati.

Riset yang dilakukan Ericsson di tanah air mengungkap bahwa kepemilikan tablet tahun ini meningkat pesat dibandingkan tahun 2011. Tahun 2011, begitu tercantum dalam “2013 Global Report Key Topics: here & now, over-the-top usage, customer experience”, hanya 1% penduduk Indonesia yang memiliki tablet. Namun tahun 2013, persentasenya melonjak menjadi 5%.

Namun angka kepemilikan tablet tersebut tetap di bawah kepemilikan laptop. Ini kendati harga laptop umumnya lebih mahal dibandingkan tablet. Laporan Ericsson itu menyebutkan, sebesar 24% penduduk memiliki laptop pada tahun 2013. Jumlah ini meningkat lebih dari 2x dibandingkan catatan Ericsson pada tahun 2011. Tahun 2011, Ericsson mencatat ‘hanya’ 9% penduduk tanah air yang memiliki laptop.

Yang meroket adalah persentase kepemilikan smartphone. Riset Ericsson itu mengungkap kepemilikan smartphone tumbuh delapan kali dalam kurun waktu dua tahun. Tahun 2011 tercatat baru dua persen penduduk yang punya smartphone, tapi tahun 2013 jumlahnya menjadi 16%.

Apa penyebabnya? Tak lain karena maraknya merek dan model smartphone yang bisa terkoneksi ke internet dengan harganya yang kian terjangkau. Maklum sebuah smartphone kini bisa berfungsi bak ‘komputer mungil’, menyediakan layanan yang tadinya hanya bisa dilakukan melalui sebuah komputer Ini juga diperkuat oleh perkembangan mobile broadband. Alhasil ponsel (termasuk smartphone) menjadi peranti utama bagi 69% responden Indonesia saat ini, begitu hasil riset CnnsumerLab Analytical Platform tersebut.

Riset yang dilakukan Ericsson ini, tutur Afrizal Abdul Rahim (Regional Head of Ericsson ConsumerLab Asia Tenggara dan Oseania),  dilakukan terhadap 2053 responden di 9 propinsi besar: Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan pada bulan Maret dan April 2013. Para responden ini berada dalam rentang usia 15 -69 tahun.

Tanggapan Kamu

komentar