Ikuti Seminar IWIC, Mahasiswa Undip Antusias Jadi Entrepreneur

Novistiar (paling kiri) dan Erno Prayudo (kedua dari kiri) berpose bersama tiga penanya terbaik dalam seminar IWIC 2013 di Universitas Diponegoro. (Kredit: HMIF Undip)

Novistiar (keuda dari kiri) dan Erno Prayudo (paling  kiri) berpose bersama tiga penanya terbaik dalam seminar IWIC 2013 di Universitas Diponegoro. (Kredit: HMIF Undip)

Semarang, PCplus – Gelaran sosialisasi Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2013, kompetisi pembuatan aplikasi mobile yang diprakarsai Indosat, telah mencapai Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, satu dari 18 perguruan tinggi yang dikunjungi dalam roadshow IWIC 2013.

Sedikitnya 200 mahasiswa mengikuti seminar bertema digital innovation and entrepreneurship yang dihelat di Aula Fakultas Kedokteran Undip Semarang, Senin (7/10).

Antusiasme para peserta yang berasal dari Undip dan perguruan tinggi lainnya di kota Semarang sudah terlihat sejak sesi pembicara pertama. Ketika Novistiar Rustandi (Director, Jakarta Founder Institute) menanyakan, ‘siapa yang ingin menjadi entrepreneur?”, sebagian besar mahasiswa mengangkat tangannya.

“Sejak memutuskan untuk menjadi entrepreneur, saya merasa lebih happy,” ungkap Novistiar yang sebelumnya bekerja sebagai konsultan TI. Ia mengakui, bekerja sebagai entrepreneur bebannya dua kali lebih berat daripada pekerja kantoran. Tapi, rasanya lebih memuaskan karena hasilnya dinikmati sendiri, bukan oleh perusahaan tempat kita bekerja.

Novistiar menggugah para peserta untuk mulai membangun startup di bidang teknologi. Alasannya, tidak perlu modal besar, tapi potensi market cap (nilai perusahaan) di masa depan bisa jadi lebih besar daripada perusahaan manufaktur dan retail.

Contohnya Google yang memulai bisnisnya dari garasi rumah, tapi nilainya kini berkali-kali lipat dibanding Boeing dan McDonald’s. “Untuk pemain lokal, kita ada Tokopedia, startup e-commerce yang mampu bersaing dengan big players seperti Plasa dan Rakuten,” ujar Novistiar.

Novistiar juga menyebutkan kiat-kiat menemukan ide pembuatan startup. “Cari permasalahan yang ingin kita pecahkan, cari solusi terbaik, bentuk tim yang solid, mulai bangun aplikasi, dan segera launch jika sudah rampung,” paparnya. “Ide bisa muncul dari mana saja, termasuk dari yang kita temui sehari-hari,” imbuh Erno Prayudo (pemenang IWIC 2011 kategori aplikasi BlackBerry).

“Bagi yang sudah mempunyai ide aplikasi mobile, segera kirimkan melalui web www.indosat.com/iwic7 mengingat deadline pengiriman proposal semakin dekat, yaitu 1 November 2013,” Mardi Hendra (Public Relations, PT Indosat, Tbk.) tidak lupa mengingatkan.

Berbeda dari penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, IWIC tahun ini lebih menitikberatkan pada semangat entrepreneurship. Selain memperoleh uang tunai dan gadget, pemenang juga akan memperoleh kesempatan diinkubasi oleh Jakarta Founder Institute dan memperoleh investasi dari Indosat Fund.

Tanggapan Kamu

komentar