Ini Dia Empat Praktek Cuci Uang di Internet

cuci uangJAKARTA, SENIN – Belakangan ini istilah cuci uang (money laundering) banyak diulas di media massa. Sejumlah pejabat dan orang penting diduga terlibat kasus cuci uang. Mantan bendaharawan partai M. Nazarudin dan Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar misalnya.

Eh jangan-jangan kamu juga sudah ikut terlibat! Kalau kamu main game online World of Warcraft, mungkin saja kamu sudah ikutan cuci uang. Sebab para penjahat makin kreatif dan oportunistik.  Cuci uang (money laundering) sudah termasuk dalam kejahatan cyber  (cybercrime). Para penjahat banyak memanfaatkan Internet  untuk membuat uang haramnya menjadi halal.

Jean-Loup Richet, research associate di ESSEC Business School di luar kota Paris, telah mensurvei teknik-teknik yang digunakan oleh para penjahat dan mengungkap hasilnya dalam sebuah laporan tertulis untuk United Nations Office on Drugs and Crime. Sebagai sumber riset, Richet menggunakan forum-forum hacker online yang merupakan tempat para hacker bertukar tip tentang cara terbaik mencuci uang.

Seperti apa sih praktek pencucian uang di Internet? Ini dia beberapa temuan Richter.

1. Teknik pencucian uang yang paling umum dipakai selama ini adalah layanan mata uang digital Costa Rica yang disebut Liberty Reserve. Cara kerjanya begini. Uang dollar atau Euro dikonversi ke sebuah mata uang digital yang disebut dollar Liberty Reserve dollars atau Euro Liberty Reserve. Mata uang digital Liberty Reserve ini kemudian bisa dikirimkan dan diterima secara anomim. Penerimanya bisa mengonversi mata uang Liberty Reserve kembali ke uang tunai dengan membayar sejumlah kecil uang jasa.

Namun Mei tahun ini, pihak berwewenang AS telah menutup layanan tersebut. Pendiri Liberty Resever dan beberapa orang lain didakwa dengan tuduhan mencuci uang. Cuma menurut Richet, penutupan Liberty Reserve tidak akan menghentikan praktik cuci uang. Sebab ada banyak alternatif lain, antara lain WebMoney, Bitcoins, Paymer, dan PerfectMoney.

2. Cara cuci uang lain adalah melalui online gaming. Pada sejumlah online game,  kamu bisa mengonversi uang dari dunia real menjadi layanan barang virtual atau uang virtual. Nantinya uang atau barang virtual  bisa dikonversi balik ke uang asli.  Game apa yang banyak dipakai untuk cuci uang? Kata Richet, game Second Life dan World of Warcraft.

3. Cara lain adalah scam money mule. Kebanyakan orang tak asing dengan spam yang satu ini. Kamu akan diminta oleh pejabat tinggi, biasanya dari negara-negara berkembang seperti Nigeria, untuk membantunya mentransfer sejumlah besar uang, biasanya jutaan dollar. Tentu saja ada imbalannya, yakni bayaran yang besar. Syaratnya, kamu harus mengirimkan  data pribadi bank-mu. Nah kalau itu kamu lakukan, isi rekeningmu yang justru akan dikosongkan, dan pejabat tadi langsung tak bisa dihubungi lagi.

Namun pada banyak kasus lain, si penjahat benar-benar mentransfer sejumlah besar uang ke rekeningmu. Tapi ia kemudian meminta kamu mentransfernya lagi ke rekeningnya. Masalahnya, dana yang dikirimkan ke rekeningmu itu berasal dari uang haram, jadi kamu juga bisa terjerat kasus atas kejahatan tersebut.

4. Teknik lainnya adalah tawaran kerja dari rumah dengan bayaran yang sangat bagus. Pekerjaannya mudah. Kamu cuma perlu menerima transfer uang ke rekeningmu, lalu meneruskan dana tersebut ke sebuah rekening tertentu.  Dengan kata lain, pinjam rekening, alias cuci uang!

 

Nah, hati-hati ya saat main-main di Internet. Makin banyak penjahat juga beraksi di sana. O ya, di indonesia pelaku pencucian uang melanggar Undang-undang No.15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

 

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer