Fujifilm Umumkan X-T1

FujifilmUmumkanXT1

Takayuki Takahashi (kanan) ─ President Director, Fujifilm Indonesia ─ bersama Hiroshi Kawahara ─ Product Marketing Manager, Electronic Imaging Division, Fujifilm ─ mengangkat penutup Fujifilm X-T1 sebagai tanda simbolis peluncuran secara resmi Fujifilm X-T1 di Indoneisa, Rabu 26 Februari lalu.

 

Jakarta, Rabu – Bertepatan dengan umur Fujifilm yang baru saja menginjak 80 tahun, Fujifilm mengumumkan kehadiran X-T1 di Indonesia. Kamera digital yang lebih ditujukan untuk profesional maupun enthusiast ini menawarkan sejumlah fitur. Dua yang paling dibanggakan Fujifilm adalah EVF (Electronic ViewFinder) dan weather sealing-nya. EVF-nya diklaim sebagai displai tercepat di dunia yang memiliki waktu lag hanya sebesar 0,005 detik. Sementara, weather sealing membuatnya bisa digunakan pada berbagai kondisi cuaca.

“Real time, 0,005 second. Hampir tidak terasa, seakan-akan kita mengunakan optical viewfinder seperti layaknya DSLR” ujar Ade Yogaswara, Product Specialist, PT. Fujifilm Indonesia, saat menjelaskan kehebatan EVF dari Fujifilm X-T1. Selain hampir tanpa lag, EVF kamera seri X terbaru dari Fujifilm ini juga memberikan sudut pandang yang luas. Dibandingkan EVF Fujifilm X-E2 yang diluncurkan November tahun lalu, EVF Fujifilm X-T1 memberikan tampilan yang 60% lebih besar (menjadi 1,6 kalinya). EVF baru ini juga memiliki frame rate 54fps termasuk pada kondisi pencahayaan rendah. Biasanya, frame rate akan turun drastis pada pencahayaan rendah. Resolusinya sendiri tetap sebesar 2,36 juta piksel.

Untuk weather sealing, Fujifilm mengklaim X-T1 tahan terhadap debu, air, kelembaban, dan aneka cuaca. Bahkan, kamera CSC (Compact System Camera) atau yang sering disebut mirrorless ini mampu beroperasi sampai suhu ekstrem, – 10°C. “Jadi kalau kita motret dalam kulkas pun bisa, kalau mau,” tegas Ade.

Bagaimana dengan sensor dan prosesornya? Fujifilm X-T1 menggunakan sensor dan prosesor yang sebelumnya telah hadir pada Fujifilm X-E2: X-Trans CMOS II dan EXR Processor II. Oleh karena itu ia mengusung resolusi 16,3 juta piksel, Lens Modulation Optimizer ─ teknologi yang bisa mengurangi efek dari ketidaksempurnaan lensa, dan kinerja yang tinggi termasuk auto focus yang diklaim tercepat di dunia untuk kelasnya (0,08 detik) serta continuous shooting dengan continuous auto focus sampai 8fps. Uniknya, Fujifilm menambahkan ISO 51200, naik dari ISO 25600 milik Fujifilm X-E2 saat diluncurkan.

Selain kemudahan penggunaan “biasa”, Fujifilm pun tidak melupakan kemudahan transfer file dan kontrol secara wireless pada X-T1. Ia bisa melakukan transfer file dengan smartphone maupun tablet. Tidak hanya itu, kamu bisa mengontrolnya secara langsung lewat smartphone dan tablet tersebut. Jadi kamu bisa lebih mudah berfoto selfie. Pastikan saja aplikasinya sudah terpasang. Oh ya, buat yang senang time lapse, Fujifilm X-T1 juga menyediakan fungsi pengambilan gambar secara otomatis dengan interval dari 1 detik sampai 24 jam dengan jumlah pengambilan gambar sampai 999.

Untuk lensa, saat diumumkan, kamera yang telah mendukung SDXC UHS-II ini memiliki pilihan lensa Fujinon sebanyak 12. Lensa kitnya sendiri adalah XF18-55mm F2.8-4 R LM OIS. Dengan lensa kit, Fujifilm X-T1 ditawarkan pada harga 20,999 juta rupiah, sementara tanpa lensa (body only) ditawarkan di harga 15,999 juta rupiah. Ketersediaanya mulai minggu depan.

Tanggapan Kamu

komentar