Haswell, Prosesor Pilihan di Tahun Baru

haswell-1Baterai adalah salah satu masalah klasik di perangkat mobile. Biasanya, umur baterai berbanding terbalik dengan kinerjanya. Makin tinggi kerja prosesor, makin boros daya, baterai pun makin cepat habis.

Baterai ini jadi momok menyeramkan di perangkat mobile, utamanya notebook. Layar yang mesti menampilkan gambar cemerlang otomatis mesti menggenjot kinerja prosesor, apalagi ketika kita bicara soal resolusi tinggi. Tapi dengan “ulikan” ajaib khas Intel, soal baterai ini perlahan bisa ditolelir.

Apple misalnya, ketika mengumumkan pembaruan di jajaran Macbooknya, dengan peningkatan layar ke resolusi 2880 x 1800 justru berani menjanjikan daya tahan baterai hingga 9 jam. Ini tak lain karena pilihan prosesor generasi ke-4 Intel, atau yang lebih dikenal sebagai Intel Haswell.

Ragam Pilihan

Haswell sebenarnya sudah diluncurkan sejak pertengahan 2013 lalu. Tapi  baru belakangan notebook-notebook berbasis Intel Haswell ini menyerbu pasar. Bukan cuma Apple, semua produsen notebook saat ini juga banyak yang merilis notebook berbasis Intel Haswell.

Misalnya Acer dengan Aspire E1-472G, Asus dengan Vivobook S451,  Lenovo dengan Ideapad Yoga 2, dan banyak lagi. Kamu mungkin bertanya, bagaimana mengetahui apakah sebuah notebook telah menggunakan Intel Haswell? Cara paling mudah adalah dengan melihat angka di depan seri prosesor.

Acer Aspire E1-472G, salah satu notebook yang sudah mengadopsi Intel Haswell

Acer Aspire E1-472G, salah satu notebook yang sudah mengadopsi Intel Haswell

 

Intel Haswell umumnya dimulai dengan angka 4, seperti Intel Core i3-4020Y, Core i5-4200U, atau Core i7-3630WM. Inisial di belakang prosesor-prosesor tadi juga punya arti lho.  Ada kelas M untuk menandakan
kelas mobile, Q untuk Quad Core, U untuk prosesor rendah daya (ultra low power) dan Y untuk prosesor yang berdaya lebih rendah lagi (extreme low power).
Banyak Perbaikan
Di atas kertas, Intel Haswell sebenarnya masih menggunakan fabrikasi 22nm, sama seperti yang digunakan prosesor Intel sebelumnya, Ivy Bridge. Tapi  Intel Haswell sesungguhnya menandai perubahan filosofi prosesor Intel yang kini mengedepankan efisiensi daya serta kemampuan grafis onboard yang lebih baik.
Efisiensi daya dilakukan dengan berbagai cara. Contohnya mengadopsi teknik independent frequency domain sehingga setiap komponen di dalam prosesor (seperti core, ring interconnect, sampai chip grafis) memiliki frekuensi sendiri. Intel juga memperkenalkan mode idle (C-state) yang lebih agresif sehingga komponen yang tidak digunakan bisa lebih cepat dimatikan.

haswell-2

Kedengarannya memang simpel, namun di dunia prosesor yang tiap milliwatt-nya begitu berharga, cara yang terdengar sederhana ini bisa menurunkan daya secara signifikan. Pengujian Digital Trends menunjukkan, daya tahan notebook berbasis Intel Haswell meningkat 50% di pengujian Peacekeeper (menggunakan browser) dan Reader’s Test (semi idle). Sedangkan untuk grafis onboard, perbaikan dilakukan dengan menambahkan EU (Execution Unit) di dalam chip tersebut.

Jumlahnya sendiri tergantung tipe, karena Intel Haswell memiliki beberapa kelas chip grafis. Pengujian kami menunjukkan, peningkatan kinerja grafis  yang terjadi mencapai 10% dibanding prosesor generasi sebelumnya.

Pendek kata, PC berbasis Intel Haswell menawarkan perbaikan di sisi kecepatan, daya tahan baterai, serta kemampuan grafis. Enaknya lagi, notebook berbasis Intel Haswell pun terbilang memiliki harga terjangkau, seperti Acer Aspire E1-472G (Rp.6,5 juta).

Nah, kalau tahun baru ini kamu lagi cari notebook, sebaiknya pastikan notebook tersebut sudah menggunakan Intel Haswell.

(Brama/Adv)

Tanggapan Kamu

komentar