Berawal dari Garasi, BukaLapak Targetkan Transaksi Rp 50 Miliar Sebulan

CEO BukaLapak Achmad Zaky

CEO BukaLapak Achmad Zaky

JAKARTA, PCplus – Menurut Alexa, situs jual-beli BukaLapak adalah marketplace no. 30 terbesar di Indonesia. “BukaLapak adalah pasar di mana semua orang di Indonesia bisa berjualan dengan aman dan tentunya banyak transaksinya,” begitu jelas Achmad Zaky (CEO, BukaLapak) dalam acara peluncuran mobile app-nya di Jakarta tadi siang (18/3/2014).

Achmad mengatakan situsnya berbeda dengan classified ads. Sebab di situsnya, transaksi dijamin aman dan nyaman. “Kalau di media lain, makin banyak seller, makin tidak aman. Juga tidak nyaman karena (pembeli dan penjual) harus ketemu. Di BukaLapak, semakin banyak seller makin bagus layanannya karena pasar membesar. Nyaman karena cukup satu klik dan tinggal tunggu produk. Tidak perlu ketemu. BukaLapak terpercaya,” urai lulusan ITB tersebut.

BukaLapak awalnya dimulai dari sebuah garasi dengan digawangi dua orang, salah satunya Achmad Zaky. Saat itu, Februari 2010, situs ini mulai sebagai situs jualan di kalangan komunitas. Sepeda menjadi fokus mereka. Sampai sekarang pun sepeda masih menjadi kekuatan situs jual beli C2C (consumer-to-consumer) ini.  

Tiga tahun beroperasi, BukaLapak kini bisa menepuk dada. Tahun lalu, 2013, mereka sudah memproses transaksi senilai Rp 500 juta per harinya. Untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli, kerjasama untuk sistem pembayaran dengan pihak bank sudah digalang, yakni dengan bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI.

Situs ini, tutur Achmad, kini memperdagangkan sekitar 700 ribu produk. “Jumlah seller sekarang 90 ribu. Kecil-kecil, tapi banyak. Dari ukuran total memang masih jauh, tetapi tren pertumbuhan makin kuat karena masyarakat makin percaya,” ungkapnya. Sementara jumlah pengunjung situsnya mencapai 150 ribu per hari. “Tahun 2013 tumbuh sangat signifikan,” komentar Achmad.

Menilik pertumbuhan tersebut, Achmad ingin menggenjot nilai transaksi di situsnya. “Target tahun 2014 adalah Rp 50 miliar per bulan. Paling lambat (dicapai) akhir Desember,” tukasnya. Ia optimis target tersebut tercapai mengingat sampai Maret 2014 saja mereka sudah memproses transaksi senilai Rp 1 miliar per hari.

Achmad juga ingin situs jual beli bagi UKM-nya ini berkembang di luar produk sepeda yang menjadi kekuatan selama ini. “Kami tak mau stay di sepeda. Yang terbesar sekarang adalah kamera. Kedua gadget yang kecil-kecil, seperti asesoris. Juga instrumen musik,” jelasnya.  Salah satu andalan barunya untuk membantu transaksi antara penjual dan pembeli adalah aplikasi mobile BukaLapak for Seller yang tersedia gratis di Google Play Store. 

Tanggapan Kamu

komentar