Tidak Tumbuh, Target Bisnis NetApp Kuartal Ini

stagnationJAKARTA, PCplus – Kuartal keempat tahun ini, NetApp tidak akan mengalami perkembangan bisnis. Target bisnisnya stagnan. “Flat,” tegas Steven Law (Country Manager, NetApp Indonesia) dalam bincang-bincang akhir pekan lalu di Jakarta (7/3/2014).

Padahal kuartal ketiga tahun fiskal 2013, IDC mendudukkan NetApp di peringkat pertama untuk kategori Open Networked Storage. Sementara di Indonesia, begitu menurut IDC Asia/Pacific External Disk Storage Tracker yang terbit Desember 2013, prestasi NetApp sungguh mengilap. Di kawasan Asean, NetApp Indonesia tumbuh paling pesat, 87,4% dibandingkan kuartal sama tahun sebelumnya. Pangsa pasarnya 21,26%.

Lalu mengapa kuartal ini, NetApp tidak  mau tumbuh? Stagnasi bisnis NetApp ini, kata Steven Law, sesuai dengan prediksi lembaga riset IDC. ” Kami mau mendorong cloud mobile casino dengan pengalaman kualitas yang lebih baik, (jadi) tidak perlu meningkat sampai 30%,” jelas Steven. Lebih lanjut ia mengatakan tidak ingin Indonesia dijadikan komoditas target sehingga harus bekerja lebih keras. “Yang penting sustainable,” tambahnya.

Dijelaskan oleh Steven, target NetApp Indonesia adalah SMB (small medium business). “SMB sangat banyak di Indonesia, dan mereka butuh yang cepat deployment-nya, fleksibel, agile, dan support dari (kapasitas) kecil ke besar,” urai Steven. Semua sifat itu didukung oleh produk NetApp. Storage NetApp E2700 misalnya, disebutkan memiliki harga/kinerja yang optimal untuk perusahaan dengan kantor cabang dan bisnis kelas menengah. NetApp juga bekerjasama dengan Cisco menyediakan FlexPod, arsitektur acuan bagi server, storage dan produk jaringan yang sudah diuji dan divalidasi sehingga bisa bekerjasama sebagai sebuah infrastruktur terintegrasi.

NetApp Indonesia kini lebih berfokus ke sektor komersial, termasuk public sector.  Arahan ini sejalan dengan perkembangan bisnis NetApp di tanah air yang berbasis volume.

“Tahun 2005, enterprise vs. commercial 90%:10%. Kami banyak di perusahaan telekomunikasi dan oil & gas. Rahun 2007, sektor komersial (tumbuh) jadi 30%, dan dua tahun terakhir 40%. Sekarang perbandingannya 58% enterprise dan 42% commercial. Tahun 2015, commercial akan 2x lebih besar,” ungkap Steven sambil mengatakan perusahaannya akan mulai menggarap wilayah di luar Jakarta.

Di tanah air, produk storage NetApp mulai banyak digunakan di kalangan F&B (food & beverages), universitas, perusahaan saham (trading company), termasuk wartel. Sementara untuk kalangan enterprise, pengguna produknya antara lain Sigma Cipta Caraka (telkomsigma), Aplikanusa Lintasarta dan Freeport MCMoran Copper & Gold Inc. 

Tanggapan Kamu

komentar