SQL Server 2014 Lebih Siap Big Data

Developer and Platform Director, Microsoft Indonesia, Risman Adnan (tengah) bersama Aries Triwahyudi, Server and Tools Business Group Lead Microsoft Indonesia (kiri) dan Edy Susanto, Principal Solution Specialist Microsoft Indonesia saat memperkenalkan SQL Server 2014 di Jakarta, Kamis (8/5).

Developer and Platform Director, Microsoft Indonesia, Risman Adnan (tengah) bersama Aries Triwahyudi, Server and Tools Business Group Lead Microsoft Indonesia (kiri) dan Edy Susanto, Principal Solution Specialist Microsoft Indonesia saat memperkenalkan SQL Server 2014 di Jakarta, Kamis (8/5).

Jakarta, PCplus – Kenal SQL Server? Itu lho, aplikasi basis data yang dikembangkan raksasa software Microsoft. Nah, di tahun ini versi anyar SQL Server 2014 meluncur. Microsoft menyebutnya sebagai plaform basis data yang serba bisa, bahkan lebih siap untuk melakukan analisis data besar (big data) perusahaan.

SQL Server 2014 yang diperkenalkan bersama dengan solusi Microsoft Azzure Intelligent System Service (ISS) dan Analytic Platform System (APC) ini merupakan platform data paling komprehensif yang disajikan Microsoft bagi kalangan bisnis.

Menurut Microsoft, perusahaan modern saat ini mesti mampu beradaptasi dengan apa yang disebut dengan Internet of Things alias terkoneksinya semua perangkat ke internet. Dengan platform baru tadi, Microsoft dapat membantu perusahaan menggabungkan semua elemen data dan melakukan analisa untuk menghasilkan kesimpulan secara cepat dan tepat.

Itulah mengapa, SQL Server 2014 yang baru diluncurkan ini dijadikan pondasi utama bagi seluruh platform data Microsoft. Di versi baru ini SQL Server sudah mampu melakukan proses in-memory untuk mempercepat pengolahan data dari beragam sumber, termasuk dari tools sederhana seperti Microsoft Excel. Sekadar informasi, proses in-memory adalah proses pengolahan data yang dilakukan di memori. Proses ini jauh lebih cepat dan efisien jika dibanding pengolahan data tradisional dengan cara mengambil dan menyimpan data ke hard disk.

Selain punya teknologi proses in-memory tadi, SQL Server juga sangat bersahabat dengan cloud. Digandeng bersama Microsoft Azure Intelligent System Service, pengguna bisa mengelola dan memperoleh data melalui beragam perangkat dari sistem operasi apapun.

Mengapa big data terlihat begitu penting bagi Microsoft sehingga menelurkan banyak solusi untuk itu? Menurut Risman Adnan (Developer and Platform Director Microsoft Indonesia),  data merupakan mata uang di dunia bisnis dan Microsoft membantu kalangan bisnis mendapatkan pengembalian yang lebih baik atas investasi mereka, dengan cara menghubungkan semua data di seluruh penjuru perusahaan, menghubungkannya dengan data di dunia luar, sehingga memperkaya proses analisa dan menghasilkan kesimpulan yang dapat diakses seluas mungkin, secara secepat mungkin. “Di Microsoft, hal ini dikenal sebagai ‘membawa kesimpulan dari Big Data ke miliaran orang’ menggunakan tool-tool kelas enterprise yang sangat mudah dioperasikan, secara aman dan fleksibel,” jelasnya.

Data dari riset IDC bersama Microsoft mengamini pernyataan Risman tadi. IDC memperkirakan ada potensi peningkatan pengembalian aset perusahaan hingga 60 persen bagi perusahaan yang mampu memanfaatkan data secara penuh. Kabar baiknya, nilai potensi ini di Indonesia mencapai 92 triliun dalam rupa penghasilan tambahan, penghematan serta peningkatan produktivitas dalam rentang waktu 4 tahun ke depan.

Tanggapan Kamu

komentar