Tiongkok Masih Produsen Spam Terbesar di Dunia

spammerJakarta, PCplus – Negeri tirai bambu, Tiongkok, masih didapuk sebagai negara pengirim spam tertinggi di dunia dengan total nilai 21,93%. Dua negara lain yang juga ikut memenjadi produsen spam adalah Amerika (18,1%) dan Korea Selatan(12,95%). Demikian dirilis Kaspersky Lab dari penelitian yang dilakukan hingga kuartal pertama 2014.

Menariknya, Tiongkok justru terbebas dari negara tertinggi yang menerima spam. Tapi tidak dengan Amerika, sebab Kasperky mencatat negeri paman Sam ini justru mengalami peningkatan menerima spam sebanyak 3,68% (menjadi 14%) di tahun ini. Padahal, di kuartal sebelumnya, Amerika berada di urutan ke 3. Negara lain yang juga tak kalah banyak dalam menerima spam adalah Inggris dan Jerman, hanya saja di kuartal ini angka keduanya turun masing-masing 2,27% (menjadi 9,9%) dan 1,34% (menjadi 9,6%).

Pertanyaannya, siapa yang paling banyak diincar oleh spammer di negara-negara korban spam ini? Kaspersky menyebut sebagian besar adalah pengguna perangkat mobile. Bahayanya, sebagian besar spam saat ini dibuat mirip informasi yang dikirim oleh aplikasi mobile, utamanya yang berfungsi sebagai pengirim pesar atau aplikasi chat.

“Belakangan ini kami melihat naiknya jumlah serangan yang menyasar pengguna mobile. Gadget semakin populer bahkan di antara mereka yang tidak banyak berinteraksi dengan komputer dan tidak terbiasa dengan keamanan komputer. Hal ini membuka jalur serangan baru bagi para spammer dan phisher. Untuk melindungi diri mereka, pengguna harus ingat untuk tidak membuka email dari pengirim yang tidak dikenal dan terutama untuk tidak mengklik tautan apapun di email, yang pasti berisiko bagi keamanan pengguna. Mengklik tautan yang tidak aman mengancam keamanan pengguna apapun perangkat yang digunakan karena bahayanya sama saja baik terhadap komputer desktop maupun terhadap gadget mobile,” jelas Darya Gudkova (Head of Content Analysis & Research Department, Kaspersky Lab) dalam rilis pers yang diterima PCplus.

Perusahaan keamanan yang didirikan Eugene Kasperky ini pun menemukan sejenis trojan yang bernama Backdoor .Win32.Androm.bjkd. Trojan yang dikirim dalam rupa tautan email ini menyamar sebagai pesan dari aplikasi mobile yang dikirim saat penggunanya tak menjawab. Fungsi utama trojan ini, menurut Kaspersky, adalah untuk mencuri data personal dari pengguna.

Mencuri data pun ternyata bukan satu-satunya tujuan utama dari spammer. Kaspersky mencatat, email berbahaya yang dikirim bisa digunakan untuk membuat komputer korban menjadi bagian dari botnet atau yang lebih parah diperintah agar mengunduh dan memasang program berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya.

 

 

Tanggapan Kamu

komentar