Hanya Sedikit Perusahaan Siap Masuki Platform ke 3

Associate Vice President Enterprise Infrastructure, IDC Asia Pacific Simon Piff saat berbicara dalam Schneider Asia Pacififc & Japan Media Meeting  di Singapura (30 Mei 2014)

Associate Vice President Enterprise Infrastructure, IDC Asia Pacific Simon Piff saat berbicara dalam Schneider Asia Pacififc & Japan Media Meeting di Singapura (30 Mei 2014)

SINGAPURA, PCplus – Makin hari makin banyak data dihasilkan di seluruh dunia, termasuk dari smartphone dan segala perangkat yang terkoneksi ke internet. internet of things (IoT) adalah istilah untuk perangkat seperti itu. Kulkas, microwave, AC pun saat ini sudah menjadi IoT.

Ini adalah era platform ke 3, yakni solusi khas untuk setiap industri. Begitu menurut IDC. IDC membagi TI dalam empat platform mainframe/terminal, PC, client/server, dan cloud computing. Di platform  cloud computing yang mulai marak dengan IoT  saat ini, industry specific solution akan mendominasi.

Solusi khas industri akan berbeda-beda. Tuntutan untuk sektor otomotif Jepang misalnya, pasti tak sama dengan sektor ritel.  Demikian pula di sektor perawatan kesehatan (health care).

Di sektor perawatan kesehatan, kata Simon Piff (Associate Vice President Enterprise Infrastructure, IDC Asia Pacific) memberi contoh dalam jumpa pers di Singapura (31/5/2014), sejumlah rumah sakit kini sudah memanfaatkan mobile devices, social media untuk melacak kesehatan konsumen, misalnya untuk check-up, juga jadwal operasi. “Intinya adalah mendekatkan konsumen dengan rumah sakit,” kata Piff. Hal sama juga terjadi di bisnis ritel.

Maka ledakan data tak akan terelakkan akibat IoT. Sebuah pesawat yang terbang ke Eropa, tutur Piff, menghasilkan data sebesar 40TB. Masalahnya, sudah siapkah kita mengadopsi IoT? “Data center yang dibangun 4 tahun lalu tidak sanggup berubah sesuai kebutuhan,” kata Piff. Infrastrukturnya, tambah Piff, tidak tepat. Informasinya kurang.

Singapura saja, kata Piff, belum siap untuk merangkul IoT pada platform ke 4. “Hanya 12% – 15% negara yang siap untuk platform berikutnya. Hanya sedikit,7%, yang sudah punya informasi strategis untuk perusahaan.Apa ada yang peduli dengan konsumsi listrik dan pendinginan di Asia Pasifik?, ” urai Piff.

Piff menyayangkan sedikitnya perusahaan yang sudah memiliki infrastruktur yang tepat untuk mengambil peluang yang dimunculkan IoT. IoT, kata Piff, akan sangat mempengaruhi pemerintahan. “Ada peluang bagi pemimpin kematangan infrastruktur, analitika iinfrastruktur dan business intelligence. Bisa membuat segmen pasar baru, lini bisnis baru,” ujar Piff.

Padahal semua data, termasuk yang dikirim ke cloud storage, sebenarnya berakhir di data center di suatu negara. Begitu kata Brian Parkinson (Director, Strategy, M&A, Advanced Services, Schneider Electric Asia Pacific & Japan).

 

Tanggapan Kamu

komentar