Studi LinkedIn: ‘Ngerumpi’ Saat Kerja Bikin Bahagia

300M IG_v13JAKARTA, PCplus – Hubungan di tempat kerja itu menarik. Ada yang sampai rela mengorbankan pertemanan demi meraih jenjang karier yang tinggi.

Namun menurut penelitian yang dilakukan LinkedIn dengan tajuk Relationships @Work, walaupun ada beberapa perbedaan yang menyolok antar generasi millennial (berusia 18 – 24 tahun)  dan baby boomers (berusia 55 – 65 tahun), para pekerja menganggap hubungan di tempat kerja itu penting bagi mereka. Sejumlah 46% dari seluruh pekerja profesional merasa hubungan pertemanan dengan rekan kerja membuat mereka lebih bahagia ketika bekerja.

Studi Relationships @Work ini melakukan survei terhadap 11.500 pekerja profesional purna waktu di 14 negara, dan lebih dari 500 di antaranya berasal dari Indonesia.

Kendati merasa bahagia adalah penting bagi para profesional, persaingan di tempat kerja dan jenjang karir yang lebih tinggi juga penting. Namun ada perbedaan per generasi.  Setengah (50,5%) responden di Indonesia percaya bersosialisasi dengan rekan kerja bisa membantu mereka meningkatkan karier, dan mayoritas (75%) merasa bersosialisasi dengan rekan kerja membuat suasana kerja lebih menyenangkan.

Sebanyak 47% responden dari generasi millennial rela mengorbankan pertemanan dengan rekan kerja untuk mendapat kenaikan jabatan. Sebaliknya, 59% responden generasi baby boomer mengatakan, mengorbankan pertemanan untuk mendapat kenaikan jabatan adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.

Kendati demikian, sebagian besar generasi milennial merasa berteman dengan rekan kerja berpengaruh positif, membuat mereka merasa lebih bahagia (55%), termotivasi (68%) dan lebih produktif (59%). Lebih dari setengah milenial (55%) mengatakan punya rekan kerja yang menyerupai sosok seorang ayah/ibu. Sebaliknya, hampir setengah dari generasi baby boomers (44%persen) merasa mereka tidak memiliki rekan kerja yang mengayomi mereka.

Survei juga menunjukkan, pekerja berusia muda cenderung lebih mudah berdiskusi mengenai masalah pribadi, misalnya seputar pacaran, ketika ngobrol dengan rekan kerja di kantor. Bagaimana dengan generasi baby boomers? Ah, mereka lebih suka membicarakan isu kesehatan (75%) dan politik (78%).

Eh iya, nyaris setengah dari keseluruhan responden (46%) di Indonesia berpendapat, ngomongin gaji dengan rekan kerja adalah hal biasa.

Survei ini juga mengungkap bahwa profesional di Indonesia banyak (51%) yang merasa rekan kerjanya lebih mengerti keinginan mereka dibandingkan teman di luar tempat kerja. Sedangkan di India lebih ekstrim lagi: satu dari pekerja profesional mengatakan rekan kerja terdekatnya lebih memahami mereka dibandingkan pasangan hidupnya.

Tanggapan Kamu

komentar