Blackphone: Smartphone Anti Sadap

kredit: www.theguardian.com

kredit: www.theguardian.com

Selama ini Blackberry memang menjadi ponsel unggulan dalam hal keamanan data penggunanya. Ketangguhan keamanannya sempat menjadi ponsel resmi pemerintah Amerika Serikat karena paling aman dari kejahatan hacker. Namun sepertinya Blackberry bakal makin tergeser dominasinya, karena sebentar lagi bakal hadir ponsel yang memiliki fitur keamanan dan privasi yang lebih canggih yaitu Blackphone. Kehadiran Blackphone sendiri sebenarnya bukan ingin menyaingi kehadiran smartphone seperti Blackberry, Android ataupun iPhone dari sisi komersial, tetapi lebih kepada menawarkan sesuatu yang beda, terutama dari sisi keamanan.

Apa itu Blackphone?

kredit: www.forbes.com

kredit: www.forbes.com

Blackphone merupakan ponsel yang menawarkan fitur keamanan serta privasi tinggkat tinggi. Ponsel ini memprioritaskan pada perlindungan data serta privasi penggunanya. Tidak heran Blackphone juga diklaim sebagai ponsel anti sadap berkat kemampuannya dalam melindungi pengguna. Blackphone merupakan hasil kerjasama dua perusahaan patungan yaitu Silent Circle asal Amerika Serikat dan Geekphone asal Spanyol. Kedua perusahaan ini membentuk startup dengan nama SGP Technologies yang berbasis di Swiss dan memproduksi Blackphone. Pengembangan Blackphone digarap dengan serius dan didukung oleh beberapa nama penting dibidang keamanan, seperti Phil Zimmermann yang merupakan pencipta protokol enkripsi data PGP (Pretty Good Privacy).

Apa saja spesifikasinya?

Dengan dominasi warna hitam, Blackphone memiliki fisik layaknya smartphone Android kebanyakan. Sejauh ini, spesifikasi yang telah diumumkan yaitu menggunakan System on Chip NVIDIA Tegra 4i, memiliki layar IPS berukuran 4,7 inci kualitas definisi tinggi (resolusi 1280×720) dengan teknologi Multi-touch, prosesor quad-core 2GHz, memori RAM 1GB LPDDR3, kapasitas memori internal 16GB, kamera utama 8MP dan depan 5MP, kapasitas baterai 2000mAh, serta dukungan jaringan LTE. Blackphone generasi pertama ini digadang menggunakan nama Blackphone BP1.

Fitur keamanan unggulan

kredit: www.gamerheadlines.com

kredit: www.gamerheadlines.com

Yang membedakannya dengan smartphone (Android) adalah Blackphone menawarkan kendali penuh dalam hal keamanan dan privasi. Pengguna bisa menentukan sendiri segala sesuatunya dalam hal keamanan dan privasi mereka. Bahkan pengguna juga bisa memilih sendiri jalur komunikasi apa yang ingin dienkripsi. Untuk itu digunakan sistem operasi khusus dengan nama PrivatOS yang merupakan modifikasi dari sistem Android. PrivatOS memiliki sistem yang lebih ‘tertutup’ dan mengunci semua ‘pintu belakang’ yang menjadi celah keamanan dimana banyak ditemui pada sistem operasi mobile lainnya. Beberapa fitur utama dari PrivatOS diantaranya adalah pencarian anonim, aplikasi privasi bawaan, pilihan metode privasi dalam berkomunikasi (untuk menelepon, sms, video cat, browsing, file sharing, dan juga panggilan konferensi).

Mungkinkah disalahgunakan?

Dengan kemampuannya yang sulit disadap, akankah kemampuan bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif? Untuk itu, Mike Janke, co-founder dan CEO Silent Circle, menjelaskan. “Tidak ada perangkat yang benar-benar tidak bisa disadap. Jika perangkat ini digunakan seorang teroris ataupun kriminal, penegak hukum tetap bisa meretas perangkat tersebut. Jadi tidak ada perangkat yang benar-benar 100% aman. Namun Blackphone menawarkan sesuatu yang berbeda dibanding yang lain, sebuah ponsel yang memiliki fitur sekuriti dan privasi yang lebih unggul.”

Segmen yang dituju

Meski mengedepankan pada fitur keamanan, Blackphone tetap ditujukan bagi berbagai segmen, mulai individual, bisnis, hingga lembaga pemerintahan. Pengguna individu bisa menentukan data atau komunikasi apa yang ingin dipublikasikan atau apa yang ingin disimpan. Pengguna bisnis bisa menerapkan konsep bring tour own device (BYOD). Sedangkan kalangan enterprise maupun pemerintahan, dengan teknologi yang diadopsi Blackphone memberikan perlindungan menyeluruh segala macam data serta informasi yang dimiliki sehingga lebih terjamin keamanannya.

Ketersediaan di pasaran

kredit: http://blog.silentcircle.com

kredit: http://blog.silentcircle.com

Blackphone pertama kali diperkenalkan ke publik saat gelaran acara Mobile World Congress 2014 di Barcelona, Spanyol, Februari lalu. Saat itu, publik langsung bisa melakukan pre-order dan ternyata antusiasme masyarakat sangat baik. Terbukti setelah pre-order dibuka, tidak lama kemudian produknya langsung sold out. Saat ini peredaran Blackphone dibagi ke dalam dua wilayah, Amerika dan seluruh dunia. Untuk kawasan di Amerika, pengapalannya dilakukan pada akhir Juli 2014, sedangkan negara lainnya bakal menyusul kemudian. Blackphone dibanderol perdana dengan harga mulai dari US$629, belum termasuk PPN serta beberapa layanan tambahan.

Tanggapan Kamu

komentar