Bahaya Mengintip di Balik Internet of Things

Internet of Things, era ketika setiap perangkat dapat saling terhubung

Internet of Things, era ketika setiap perangkat dapat saling terhubung (foto dok. marketandmarkets.com)

Jakarta, PCplus – Kita tengah menyongsong era Internet of Things (IoT). Ini adalah era ketika semua perangkat punya IP dan bisa dikoneksikan dengan perangkat lainnya. Contohnya adalah wearable device seperti gelang atau jam tangan cerdas yang sekarang sedang ngetren. Tapi, ternyata tren ini digadang-gadang akan jadi “taman bermain” baru bagi para hacker. Pasalnya, berbagai perangkat yang terhubung ternyata malah jadi celah baru yang bisa mereka retas, jelas Rik Ferguson, Global Vice President Security Research Trend Micro disela-sela acara CloudSec Conference, Rabu (20/8/2014), di Jakarta.

Alasannya perangkat terkoneksi itu tidak aman dan mudah diretas. Sebab, tiap vendor berlomba untuk meluncurkan produk terinovatif mereka di pasar. Masa pengembangan yang singkat ini membuat pemanufaktur terburu-buru meluncurkan produk ke pasar tanpa memikirkan keamanan perangkat mereka. Akibatnya perangkat mereka sangat rentan bahkan terhadap serangan paling sederhana sekalipun. Dengan demikian, perangkat yang dapat terhubung ke jaringan dan lemah keamanannya ini tentu jadi sasaran empuk.

Apa saja yang perlu kita khawatirkan ya? Tentu saja pencurian data pribadi kita. Kalau kamu terkoneksi dengan jaringan perusahaan, bisa-bisa kamu dijadikan saluran untuk mencuri data perusahaan. Atau bisa jadi malah rekeningmu yang dibobol. Berdasarkan data Trend Micro terjadi peningkatan jumlah malware yang menyasar perbankan online sebesar 224% dibandingkan dengan kejadian di kuartal pertama. Hingga Juli 2014, lebih dari 10 juta serangan menyasar privasi pengguna dan ada lebih dari 400 insiden pembobolan data.

Indonesia juga jadi sarang aktivitas botnet. Sebab tercatat 59% botnet beraktivitas di Indonesia. Ini adalah angka tertinggi ketimbang wilayah Asia Tenggara lainnya. Ada juga phising berbahasa Indonesia lewat tweet mengenai kejadian kecelakaan pesawat MH17. Tweet phising ini mengelabui pengguna untuk mengunjungi domain ber-malware yang bisa meninfeksi perangkat PC atau gadgetmu. Removable drives, seperti USB drive atau microSD pun menjadi korban. Di Indonesia perangkat ini dijangkiti Worm VOBFUS yang dapat mengunduh malware seperti FAKEAV secara otomatis. Oleh karena itu, selektiflah dengan perangkat cerdas yang kamu gunakan. Gunakan perangkat keamanan di perangkatmu untuk menyaring aplikasi dan situs berbahaya.

Tanggapan Kamu

komentar