Dengan Indeks, Simpana Mudahkan Akses ke Big Data

dataJAKARTA, PCplus – Saat ini kebanyakan perusahaan masih berkutat pada urusan koleksi dan backup data. Akses ke data, dan manfaat yang bisa diambil dari data tesebut, kurang atau belum disentuh.

Daniel CF Ng (Senior Director, Marketing & Business Development, CommVault) mengutipkan data IDC, bahwa 80% data yang dikumpulkan itu tak pernah lagi digunakan. Data yang dikumpulkan itu juga tidak digunakan secara kolektif karena letaknya yang terpisah-pisah. Selain itu, ada regulasi pada usaha seperti perbankan dan asuransi, yang mewajibkan penyimpanan data selama 7 tahun. Padahal jumlah data terus bertambah.

Maka tak mengherankan jika mencari data tertentu bukanlah sebuah proses yang sederhana. Apalagi jika data yang ada terus tumbuh. Ditambah jika semua data yang banyak itu juga harus di-backup setiap minggu, seperti di perbankan. Bayangkan betapa besar storage yang harus disediakan. Dan apakah waktu backup yang ada akan cukup? Akses ke data pun mungkin tak mudah karena biasanya data tersebar di beragam platform.

Nah di sinilah peran Simpana dari CommVault. Simpana, kata Daniel, bisa menjadi solusi. Sebab software pengelolaan data dan informasi enterprise yang dibangun berbasis satu platform dan satu code base itu tidak akan mem-backup semua data yang ada.

“Sekitar 20%-nya yang di-backup. Sebab data akan diindeks dan backup hanya dilakukan pada perubahan data. Jadi perusahaan akan membeli lebih sedikit (storage) backup. Setelah indeks pun tak perlu kuatir di mana data tersebut disimpan. Misalnya yang sering diakses diletakkan di primary storage, yang agak jarang di secondary, yang tidak pernah lagi diakses di tape, dan juga ada yang di cloud. Selama sudah diindeks, data bisa dengan mudah diakses dan dicari lagi. Indeksnya dilakukan oleh CommVault,” terang Daniel.

Simpana, kata Daniel, tidak hanya hemat storage, tapi juga hemat waktu backup. “Karena yang di-backup tidak banyak. Ini menguntungkan untuk misalnya, perbankan, yang waktu backup-nya biasanya terbatas pada 48 jam, Sabtu dan Minggu.”

O ya bagi yang asing dengan Simpana, produk besutan CommVault ini adalah produk enterprise. Untuk backup storage CommVault Simpana berkompetisi dengan Symantec NetBackup, IBM Tivoli Storage Manager, HP Data Protector 6.11 dan EMC Networker.

Tanggapan Kamu

komentar