Layanan Antar dengan Drone Mulai Dicoba (lagi)

Uji coba pengantaran pizza Domino Pizza dengan drone di Inggris. Dianggap ilegal oleh badan pengatur aviasi

Uji coba pengantaran pizza Domino Pizza dengan drone di Inggris. Dianggap ilegal oleh badan pengatur aviasi

JAKARTA, PCplus – Apa sih drone? Ini adalah pesawat tanpa awak, yang dikendalikan dari jarak jauh. Dulu drone hanya dipakai untuk keperluan militer. Namun kini dunia sipil pun memanfaatkannya. Misalnya untuk pemadam kebakaran, pemeriksaan jalur pipa, atau bahkan mengambil foto dari udara.

Domino Pizza di Inggris tahun lalu sudah menguji layanan antar pizza dengan drone yang disebut DomiCopter. Di AS, layanan antar taco dengan nama TacoCopter juga pernah tercetus.

Nah, kini Google mengaku punya proyek drone yang dinamai Project Wing. Mereka bereksperimen melakukan pengantaran barang-barang pokok ke wilayah-wilayah pertanian terpencil Queensland. Barang yang diantar antara lain vaksin sapi, air bersih, dan makanan anjing.

“Perangkat swa-terbang dapat membuka cara yang benar-benar baru dalam memindahkan barang, termasuk opsi-opsi yang lebih murah, lebih cepat, lebih ramah lingkungan dan tak banyak menyebabkan limbah dari apa yang mungkin saat ini,” begitu kata Google.

Bukan cuma Google yang memiliki proyek layanan antar (delivery). Amazon juga berniat punya proyek serupa untuk layanan antar Prime. Namun baik Amazon maupun Google sampai sekarang masih dalam tahap ‘cita-cita’.

Salah satu ganjalan utama keberhasilan proyek drone dari Amazon dan Google adalah persetujuan dari badan pemerintah yang pengatur aviasi. Aktivitas drone di udara sebagai bisa menambah masalah. Layanan antar taco adalah salah satu contohnya. Menurut badan pemerintah pengatur aviasi AS, penggunaan drone untuk tujuan komersial adalah ilegal.

Ganjalan besar lain atas penerimaan drone adalah isu privasi. Awal tahun ini para peneliti memang telah mensimulasikan serangan-terbang dengan drone yang dilengkapi transmitter berdaya-rendah. Drone ini mampu meretas koneksi internet dari rumah-rumah via tombol merah.

Ganjalan privasi ini pun mencuat saat inisiatif internet.org milik Mark Zuckerberg meneliti cara memanfaatkan drone untuk menyediakan WiFi di area-area remote. Begitu pula saat Google memakai drone untuk menyediakan Wi-Fi melalui Project Loon setelah mereka membeli Titan Aerospace. Project Loon adalah inisiatif Google untuk membuat jaringan dengan menggunakan balon-balon cuaca pembawa Wi-Fi.

Banyak yang melihat drone sebagai sinonim dari “pesawat mata-mata” atau “sistem pengantar persenjataan.” Namun bukan berarti drone komersial belum terwujud loh. Perusahaan minyak BP sudah melakukannya. BP menerbangkan drone-nya di atas Alaska, yang penduduknya tidak banyak sehingga isu privasi tidak terlalu menguatirkan.

Eh di Indonesia, drone juga sudah dipakai loh. Setidaknya tercatat ada enam produsen drone di tanah air, yakni PT. Dirgantara Indonesia, PT. UAV Indo, PT. Globalindo Tekhnologi Service Indonesia, PT. RAI (Robo Aero Indonesia), PT. Aviator dan PT. Carita.

Tanggapan Kamu

komentar