Ini Dia, Jawara Oprek Kode 24 Jam Hackathon IWIC

pemenang hackathon iwic 8

Peserta terbaik di ajang Hackathon IWIC 8 berfoto bersama saat penganugerahan pemenang di Jakarta (foto: Indosat IWIC)

Jakarta, PCplus – Setelah melewati waktu 24 jam yang menyita tenaga, panitia Hackathon IWIC 8 mengumumkan pemenang kompetisi programming nonstop yang baru pertama kali diadakan Indosat ini. Aplikasi dengan konsep crowd concert berjudul Lights Me Up didapuk sebagai terbaik pertama Hackathon IWIC 8.

“Terbaik pertama, dengan total nilai 906,5 jatuh pada tim 24, dengan judul aplikasi Lights Me Up,” kata Fuad Fachroeddin (Group Head Corporate Communications Indosat) saat pengumuman pemenang. Terbaik kedua dan ketiga berturut-turut diraih oleh tim nomor 15 dengan tema aplikasi VLens dan tim 3 dengan aplikasi Helping Nurse.

Sebagai terbaik pertama, tim Lights Me Up berhak membawa pulang hadiah sebesar 12 juta rupiah ditambah smartphone dan tambahan saldo 5 juta dalam bentuk uang Indosat Dompetku. Sementara terbaik 2 dan 3 diganjar hadiah uang sebesar 8 juta rupiah dan saldo dompetku 4 juta rupiah serta 5 juta rupiah dan saldo dompetku 3 juta rupiah. Pemenang 2 dan 3 juga mendapat hadiah smartphone.

Tim terbaik 1 Hackathon IWIC 7 saat mempresentasikan idenya di depan juri (foto: Indosat IWIC)

Tim terbaik 1 Hackathon IWIC 8 saat mempresentasikan idenya di depan juri (foto: Indosat IWIC)

Peserta Inovatif

Dari pantauan PCplus di tempat acara, hampir seluruh peserta yang mengikuti Hackathon IWIC 8 hadir dengan konsep yang inovatif.

Terbaik pertama misalnya. Mereka menciptakan sebuah aplikasi yang bisa memerintahkan smartphone untuk mengeluarkan warna tertentu dan diatur sesuai dentuman musik dari jarak jauh. “Aplikasi ini dipakai saat konser musik. Bayangkan kalau ada ribuan orang menggunakan aplikasi ini, maka konser bisa makin spektakuler,” jelas Firman Azhari, pengembang Lights Me Up.

Di salah satu ruang Hackathon, PCplus juga sempat melihat tim Cocix dari Bandung yang membuat Application Programmable Interface (API) khusus untuk berkomunikasi dengan PC mungil, RaspberryPi.

“API ini bisa memerintahkan IO (input/output) Raspberry untuk melakukan sesuatu. Mematikan lampu misalnya atau mendeteksi kalau ada kebakaran. Nanti semuanya bisa dilihat di smartphone,” kata Danny Ismarianto Ruhiyat, CEO Cocix sembari menunjukkan smartwatch yang terhubung ke sistem yang dibuatnya itu.

Tim Cocix menunjukkan karyanya yang berjudul Merapi. (Foto: Indosat IWIC)

Tim Cocix menunjukkan karyanya yang berjudul Merapi. (Foto: Indosat IWIC)

Lain lagi dengan tim CDC (Celebes Developer Club) yang berasal dari Makassar. Tim yang terdiri dari 3 pria yang sedang menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini membuat aplikasi bernama GoUp yang mampu mengontrol kalori seseorang hanya dengan memotret makanannya serta saran untuk melakukan olahraga tertentu agar kalori menjadi seimbang.

Tanggapan Kamu

komentar