Ahok: Ketua RT dan RW Mesti Ngetwit

ahok

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, saat memberikan sambutan peluncuran petajakarta.org (foto: PCplus / Brama Setyadi)

Jakarta, PCplus – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau yang akrab disapa Ahok bakal mendorong seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Jakarta untuk mulai melaporkan informasi dan masalah di wiliayahnya menggunakan smartphone. Salah satu media yang disebut Ahok adalah Twitter.

“Katakanlah kalau kita mau kasih gaji RT, RW itu 900 ribu misalnya, ya udah setiap hari kamu mesti ngetwit 3 kali, setiap twit (dibayar) sepuluh ribu,” kata Ahok di sela-sela peluncuran layanan informasi publik Petajakarta.org di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/12). (Baca: Banjir di Jakarta? Pantau dan Laporkan Pakai Ini)

Selain Twitter, para ketua RT dan RW itu juga bisa melaporkan masalah dengan menggunakan aplikasi dengan cara memotret dan mengirimkannya untuk ditindak lajuti petugas terdekat. “Dia kirim aja, foto aja, nanti dari posisi Android itu langsung masuk ke sistem komputer kita (Pemda DKI),” lanjutnya. Ahok sendiri menyarankan para ketua RT itu pakai sistem Android karena menurutnya smartphone berbasis sistem operasi robot hijau itu punya harga paling murah saat ini.

Data yang dikirim bisa berupa kejadian banjir, kebakaran atau kejadian kriminal di seantero wilayah Jakarta. Data-data itu, menurut Ahok, nantinya juga akan muncul di setiap kelurahan yang bertanggung jawab atas RT dan RW tadi. Untuk ini di setiap kelurahan sudah disiagakan 75 orang yang bertugas sebagai gugus tugas untuk menangani setiap laporan yang datang.

Saat ini Pemerintah Daerah Jakarta sudah  memiliki beragam platform yang bisa dipakai untuk melakukan antisipasi banjir dan macet. “Kita sudah bekerjasama dengan Google dan Waze buat pantau macet di Jakarta, sistem dari dinas lalu lintas juga sudah terintegrasi dengan informasi yang disajikan Waze,” kata Ahok.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi,Informatika dan Kehumasan Pemprov DKI, Agus Bambang, sosialisasi penggunaan media sosial dan aplikasi pelaporan online kepada perangkat daerah akan dilakukan bulan ini. Diharapkan pada Januari 2015 mendatang program yang masuk dalam Jakarta SmartCity itu sudah bisa berjalan.

Tanggapan Kamu

komentar