BenQ W1070+, Nikmatnya Tayangan Film Layar Lebar tanpa Mahal

BenQw1070plus2JAKARTA, PCplus – Jaman sekarang orang suka layar lebar. Nonton TV maunya di layar lebar seperti di bioskop. Nonton film Full HD apalagi. Sayangnya TV berlayar datar yang lebar, yang mampu menampilkan resolusi Full HD tak murah harganya, sekitar Rp 60 juta untuk ukuran 60”.

Ah tapi ini bisa disiasati. Kamu bisa nonton video Full HD atau tayangan TV HD di layar yang lebar tanpa menguras kocek. Tak perlu HDTV yang mahal itu. Caranya? Hmm, gunakan proyektor home video dengan teknologi DLP.

Teknologi DLP, jelas Kok Lian (Product Manager, BenQ Indonesia) dalam media briefing di Jakarta beberapa waktu lalu, digunakan bioskop karena tingkat terang yang disajikannya membuat subtitle terlihat jelas. “Warna pun natural di layar,” katanya sambil menyebutkan tahun 1999 insan perfilman Hollywood mengakui bahwa film berkualitas terbaik didapat dengan proyektor DLP.

Selain itu, tambah Kok Lian, mendukung refresh rate-nya 120 Hz sehingga film kecepatan tinggi tidak akan kehilangan frame. “Untuk game, tidak ada ghosting,” jelasnya. Proyektor DLP pun, imbuhnya lagi, sudah mendukung resolusi Full HD 1080p dan 3D di segala format dengan kabel HDMI atau VGA.

Kendati begitu, total cost of ownership (TCO) proyektor DLP, jelas Kok Lian, rendah. “Lampu bisa dipakai sampai 20 ribuan jam,” terangnya. “Chip DLP kuat, terbungkus rapi sehingga bisa dipakai di segala kondisi, termasuk gurun,” terangnya tentang DLP Cinema yang menggunakan tiga chip dan digunakan di bioskop di Indonesia dan 90% bioskop dunia.

Salah satu proyektor home video dengan teknologi DLP 3 chipset DarkChip yang ditawarkan BenQ adalah W1070+. Apa saja kehebatan proyektor yang menggunakan teknologi DLP DarkChip ini? Salah satunya, warna hitam hasil proyeksinya terlihat pekat. Dan yang paling menyenangkan, harganya tak semahal HDTV layar lebar. BenQ W1070+ hanya dibandrol 16 jutaan.

Dukung Streaming Nirkabel

W1070+ pun sudah mendukung koneksi mobile MHL, jadi kamu bisa memutar sumber gambar yang bercokol di smartphone atau tabletmu secara nirkabel. Cuma ya perlu dongle (opsional) .

Kompatibilitas dengan Wireless Full HD kit, yang juga opsional, sudah disandangnya. Artinya, kamu bisa men-streaming video Full HD dan 2D atau 3D dari sumber yang kamu miliki secara nirkabel. Kamu bisa misalnya, menempatkan W1070+ di kamar tidur, lalu men-streaming dari kamar makan. “Jaraknya sekitar 30 meter. Kualitas gambar tidak patah-patah,” tegas Kok Lian.

Jarak Tembak Pendek

Proyektor dengan contrast ratio 10.000: 1 dan tingkat terang 2000 ANSI lumens ini tidak perlu ditempatkan jauh-jauh dari layar proyeksi atau dinding. Jadi kamu boleh meletakkannya di ruangan ‘ sempit’, misalnya kamar tidur atau kamar keluarga. Ditaruh di atas lemari pun oke saja. Saat ditempatkan dalam jarak 2,5 meter dari dinding, W1070+ bisa memproyeksikan gambar setinggi 100 inci.

Fisiknya yang tak terlalu besar itu cukup atraktif: panel atas dan bawahnya mengilap putih, sementara bagian depan, sisi dan di atas lensa berwarna abu-abu sehingga kontras dengan warna putih di panel atas. Proyektor ini sudah ditanami speaker internal dengan kekuatan 10W, jadi kamu tidak perlu mengoneksikannya ke sistem tata suara eksternal.

Seting Mudah dan Fleksibel

Koneksi kabel yang ditawarkan lengkap, mulai dari HDMI sampai VGA,

Koneksi kabel yang ditawarkan lengkap, mulai dari HDMI sampai VGA,

Seting proyektor ini tak rumit. Fokus dan seting zom mudah diatur melalui ‘roda’ di bagian atas proyektor. Menu on-screen-nya pun mudah dimengerti.

Untuk pengaturan awal, tersedia optical vertical image shift dengan kisaran 110 – 130 derajat. Singkapkan panel di belakang jendela fokus dan zoom pada panel atas, dan kamu akan menemukan sebuah sekrup kecil yang bisa diputar untuk menaik-turunkan ketinggian gambar W1070+ tanpa menganggu geometri gambar.

Bagaimana jika gambar terlihat miring sisi-sisinya? Ada fitur koreksi horizontal keystone untuk hal ini. Karena itulah kamu bisa saja menempatkan proyektor ini di sebelah layar proyeksinya, bukan di bagian depannya. O ya di kaki belakang proyektor tersedia sekrup dan di bagian tengah depan ada kaki yang bisa diturunkan untuk memudahkan ketepatan proyeksi gambar di layar.

Merasa perlu melakukan kalibrasi? Ada tool kalibrasi jika kamu tidak menggunakan menu Basic yang menjadi default. Pengaturan gamma, colour temperature fine tuning, noise reduction system, dan sistem manajemen warna bisa dilakukan dari sini.

Ada banyak pengaturan gambar yang tersedia. Maklum, W1070+ punya dukungan serfifikasi ISFccc (Imaging Science Foundation certified calibration control) untuk manajemen warna. Jadi, kalibrasi profesional oleh engineer khusus, kalau kamu mau bayar biayanya, bisa dilakukan di proyektor ini.

Andai kamu ingin mengoneksikan sistem Wireless HD ke W1070+, seting-nya ternyata mudah. Tinggal tancapkan transmitter dan receiver ke socket daya, lalu pasang HDMI yang sesuai. Itu saja.

Kualitas Gambar

Dari demo film yang ditunjukkan Kok Lian, kualitas gambar W1070+ cukup mengesankan. Warna-warna terlihat kaya. Warna hitam tampil pekat. Gradasi warna dari abu-abu ke hitam pun terlihat jelas, dan tidak kehijau-hijauan.

Saat fitur DLP Brilliant Colour diaktifkan, warna akan terlihat terang. Cuma hati-hati, fitur ini juga bisa membuat noise dalam gambar meningkat. Untungnya kamu bisa mengatur tingkat noise dengan mengurangi seting ketajaman.

Gerakan cepat di layar juga tidak mengurangi kualitas gambar yang diproyeksikan W1070+. Gambar tak terlihat kabur pada adegan-adegan aksi cepat, seperti balapan atau tembak-tembakan. Secara keseluruhan, gambar terlihat tajam dan detail.

Proyektor home video ini bisa kamu pakai di ruangan yang benar-benar gelap. Untuk itu pilihlah moda Economical. Atau di ruangan yang temaram dengan memilih moda Smart Eco yang akan memainkan dynamic range.

Tertarik? Jika ya, silakan siapkan dana sekitar Rp 16 juta untuk memiliki BenQ W1070+.

Tanggapan Kamu

komentar