Blue Coat, Solusi Keamanan dengan Fungsi bak CCTV

Country Manager Blue Coat for Indonesia Adji Adidwiwidjana, dengan solusi CCTV  perusahaan bisa tahu dan mencari cara untuk menganggulangi serangan

Country Manager Blue Coat for Indonesia Adji Adidwiwidjana, dengan solusi CCTV perusahaan bisa tahu dan mencari cara untuk menganggulangi serangan

JAKARTA, PCplus – Bagi pengguna awam, nama Blue Coat mungkin tak dikenal. Tapi di kalangan enterprise, korporat, namanya bisa jadi tak asing.

Blue Coat, jelas Adji Adidwiwidjana (Country Manager Blue Coat for Indonesia) dalam bincang-bincang santai beberapa waktu lalu di Jakarta, adalah perusahaan sekuriti yang di tanah air dikenal sebagai proxy provider atau secure web gateway. Namun kini fokus perusahaan ini bergeser ke ATP Life Cycle.

“Kini kita lebih fokus sebagai solusi total security yang tidak hanya memikirkan bagaimana cara pencegahan dan menangani sebuah serangan, tetapi juga merespon dari kejadian tersebut. Misalnya ada insiden, ada solusi yang melihat bagaimana proses suatu kejadian dari awal sampai akhir. Jadi pelanggan kami bisa mengetahui kebijakan di luar teknologi yang dapat mencegah kejadian tersebut terjadi di masa depan,” terang Adji.

Blue Coat, tambah Matthias Yeo (Chief Technology Officer, Blue Coat Asia Pacific), berada di posisi yang unik dan penting di bidang keamanan. “Blue Coat amat unik karena fokus untuk mengatasi advanced threat yang known sampai unknown,” katanya.

Menyandang moto Security Empowers Business, jelas Matthias, Blue Coat memberikan jaminan bahwa pelaku bisnis akan mendapatkan teknologi yang tepat untuk melindungi bisnisnya. “Blue Coat berperan sebagai penasihat keamanan bagi perusahaan serta memberi jaminan keamanan dari kelangsungan bisnis mereka,” tuturnya.

Blue Coat, tegas Matthias, merupakan satu-satunya perusahaan sekuriti yang bisa melakukan pendekatan dari sisi encrypted security. Maksudnya, Blue Coat bisa menganalisis trafik yang terenkripsi. Asal tahu saja hacker mulai melakukan enkripsi untuk data yang ternyata merupakan threat. Enkripsi atau SSL itu, kata Adji, membuat ancaman sering lolos dari sistem sekuriti perusahaan. Oleh SSL Security Appliance besutan Blue Coat, data yang dienkripsi itu bisa dibuka aliran datanya. Dengan demikian, data-data di dalamnya dapat dianalisis, apakah mengandung threat atau tidak.

Adji juga menganalogikan salah satu produknya, Security Analytics, sebagai CCTV (closed circuit TV) untuk membantu perusahaan mengetahui bagaimana proses serangan bisa terjadi dalam sistemnya. Jika terjadi serangan, melalui Security Analytics, perusahaan bisa segera mengetahui apa yang sedang berlangsung, apa saja yang diambil, bagaimana pelaku bisa lolos, dan lain sebagainya.

“Dengan Security Analytics, semua kejadian yang terjadi di dalam network dapat direkam dan bisa di-playback untuk mengetahui perilaku dan sejarah kejadian dari sebuah serangan,” urai Adji. “Dengan solusi CCTV ini, perusahaan bisa tahu dan mencari cara untuk menganggulanginya,” tambahnya.

Tanggapan Kamu

komentar