Review Proyektor BenQ W1080ST

benq-w1080stKalau dengar kata proyektor film, apa yang ada di benak kamu? Sebuah kamar yang luas yang telah diubah menjadi bioskop pribadi dengan kursi-kursi kulit nan empuk dan hanya bisa dinikmati orang-orang berduit? Harga proyektor yang luar biasa mahal?

Ah itu kan jaman dulu! Sekarang kamu juga bisa punya proyektor film pribadi di rumah, termasuk di kamar tidurmu. Sudah banyak kok proyektor dengan harga terjangkau. Jadi tak perlu nunggu menang undian berhadiah untuk bisa merasakan nikmat dan nyamannya sebuah bioskop pribadi.

Ya, proyektor home video kini bukan hanya milik orang-orang kaya yang punya kamar luas. Kalau pilih proyektor BenQ W1080ST, kamu tidak perlu bingung mau taruh di mana proyektor ini. Sebab proyektor DLP ini cuma butuh jarak 1 meter dari bidang proyeksinya (bisa tembok atau layar putih khusus) untuk bisa memproyeksikan gambar setinggi 65 inci. Pada demo di Jakarta beberapa waktu lalu, Kok Lian (Product Manager, BenQ Indonesia) menunjukkan bagaimana penempatan berjarak 1,5 meter dari layar bisa menghasilkan proyeksi gambar 100 inci.

Kemampuan inilah yang membuat BenQ mencantumkan huruf ST di belakang nama model proyektornya. ST berarti Short Throw, alias berjarak tembak pendek. Berkat kemampuan lensa yang bisa memproyeksikan gambar besar dari jarak dekat ini, kamu tak perlu duduk dekat-dekat dengan proyektor. Bahkan kalau mau, kamu bisa meletakkannya di belakangmu saat main game Wii Nintendo. Kamu juga tidak harus nonton saat duduk tepat di depan proyektor, tapi ketika duduk di bagian samping.

Dua port HDMI tersedia di bagian belakang, bersama port-port lainnya

Dua port HDMI tersedia di bagian belakang, bersama port-port lainnya

O ya, film HD bisa kamu nikmati melalui koneksi port HDMI (tersedia dua). Film 3D? Bisa juga dengan via sistem DLP Link, tapi kacamata 3D harus kamu beli terpisah. Selain koneksi di atas, tersedia koneksi port component video, composite, S-Video, dan PC input dengan audio-in/out.

Andai gambar terlihat kurang besar, silakan lakukan zoom optikal. Agar proyeksi gambar tampil pas di ruang yang sempit tanpa bikin penggunanya repot, BenQ menggunakan kaki drop-down di bagian depan dan wind-down di bagian belakang. Jadi kamu tak perlu repot menaik-turunkan proyektor secara manual, misalnya dengan mengganjalnya pakai tumpukan buku.

Eh tapi bagaimana dengan suara filmnya? Perlu speaker eksternal? Tidak juga, sebab W1080ST sudah ditanami speaker 10W. Dan karena biasanya proyektor ditempatkan di depan posisi tempat duduk, suara speaker bisa terdengar seakan-akan datang dari dalam film, seperti saat didemokan oleh pihak BenQ Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kualitas gambar yang dihasilkan saat itu pun terlihat tajam, dengan warna hitam yang pekat. BenQ mengklaim proyektor home video-nya dengan tingkat terang 2000 lumens ini punya contrast rasio tinggi: 10.000:1. Contrast ratio yang tinggi ini penting untuk menikmati film, apalagi film-film yang berlatar belakang remang-remang/gelap. Dengan W1080ST, kamu tidak akan melihat gambar berwarna kehijauan yang seharusnya berwarna hitam.

Kalau perlu mengeset warna, kamu bisa melakukannya dari on-screen menu. Menu ini menampilkan colour management system; three lamp settings (Normal, Eco, and Smart Eco, yang terakhir juga berfungsi sebagai opsi dynamic contrast); colour temperature adjustment; noise reduction; gamma adjustment; dan on/off toggle untuk menaikkan saturasi warna dengan BrilliantColour DLP processing.

Jadi kalau kamu menginginkan proyektor home video untuk nonton film HD dan 3D, BenQ W1080ST boleh jadi pertimbangan. Seting-nya tak ribet. Proyeksinya bisa dari jarak dekat, tetapi tajam dan detail. Speaker built-in-nya bersuara kuat. Kalau mau nonton streaming nirkabel, ada dukungan MHL yang opsional, jadi kamu bisa putar film dari perangkat di ruangan lain, sampai sejauh 20 meter. Satu lagi yang paling penting, harga proyektor home video BenQ W1080ST cukup bersahabat, yakni sekitar Rp 17 juta.

Tanggapan Kamu

komentar