Survei Microsoft: Siswa Indonesia Ingin Belajar Coding di Sekolah

anak codingJAKARTA, PCplus – Ada hal menarik terungkap dari survei Microsoft tentang coding di kawasan Asia Pasifik. Ternyata mayoritas (91%) siswa di Indonesia ingin tahu lebih banyak tentang coding (pemrograman software). Sejumlah 72$ bahkan ingin coding jadi mata pelajaran utama di sekolah.

Siswa sekolah di tanah air, begitu tulis Microsoft dalam survei yang dilakukan Februari 2015, menyadari manfaat coding dalam pendidikan dan juga besarnya potensi coding bagi masa depan Sejumlah 74% siswa mengatakan, coding penting untuk masa depan mereka. Sementara 88% setuju bahwa coding merupakan hal yang relevan bagi semua karier di masa depan, apa pun bidang spesialisasi yang mereka tekuni.

Yang juga menarik, coding tak lagi dianggap sebagai cocok bagi lelaki saja. Survei menunjukkan, ada proporsi yang sama tinggi dari laki-laki (71%) dan perempuan (76%) di Indonesia, yang menganggap coding penting bagi masa depan mereka.

“Anak-anak muda ini telah menyadari pentingnya coding dalam membantu mereka memperoleh keterampilan mendasar di abad ke-21, sekaligus mempersiapkan mereka untuk menjadi sukses di masa depan,” kata Esther Sianipar (Community Affairs Manager, Microsoft Indonesia).

Sayangnya, hanya 51% siswa yang mengatakan punya kesempatan belajar coding di sekolah, baik sebagai subjek inti maupun kegiatan ekskul. Selain itu, hanya 39% siswa yang mengatakan orang tua mereka berpikir coding penting untuk masa depan.

Namun 82% siswa mengatakan bersedia mengambil kelas coding di luar jam sekolah reguler. Bahkan, 52% siswa di Indonesia sudah mulai mempelajari coding melalui tutorial online.

Karena itulah menurut Esther, kalangan pendidik dapat mulai memikirkan bagaimana coding dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sesegera mungkin dan berhenti mempertanyakan apakah coding perlu dijadikan mata pelajaran utama di era digital di mana mobile dan cloud makin menjadi keseharian.

Survei yang merupakan bagian dari kampanye Microsoft YouthSpark #WeSpeakCode ini melibatkan 1.850 siswa dengan usia di bawah 24 tahun. Mereka berasal dari 8 negara di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Latar belakang akademis mereka berbeda-beda, meliputi seni & kemanusian, STEM (Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik, dan Matematika), bisnis, serta bidang-bidang umum lainnya.

Microsoft YouthSpark #WeSpeakCode adalah kampanye Microsoft untuk menginspirasi para anak muda di Asia Pasifik untuk mencoba coding. Kampanye yang menginjak tahun kedua ini di tanah air dimulai 18 Maret lalu. Kamu pun bisa menjajalnya loh.

“Di Microsoft, kami percaya code merupakan bahasa yang dapat dipelajari oleh siapa pun, dan berpikir secara terkomputasi merupakan keterampilan dasar yang harus diajarkan di semua sekolah – tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau bidang studi . Menulis code dan membuat program sendiri tidak rumit atau sulit. Sebaliknya, menulis code sangatlah menyenangkan!,” kata Esther.

Tahun lalu, lebih dari 82 juta orang dari segala usia di seluruh dunia telah mencoba melakukan coding melalui acara Hour of Code yang diselenggarakan secara global.

 

 

Tanggapan Kamu

komentar