3 Pelajaran dari Skandal E-mail Hillary Clinton

hillary clintonJAKARTA, PCplus – Hillary Clinton, politisi dan anggota Partai Demokrat yang sedang mencalonkan diri sebagai presiden AS pada tahun 2016 ternyata ‘ceroboh’ ber-e-mail. Selama beberapa bulan terakhir, istri mantan presiden AS ke-42 Bill Clinton itu menggunakan e-mail pribadinya untuk urusan resmi. Ini menimbulkan banyak pertanyaan, mulai dari keamanan informasi rahasia sampai penegakan kebijakan yang lemah.

Dari ‘ulah’ Hillary Clinton bisa ditarik tiga pelajaran yang sangat penting terkait dengan pengamanan perangkat dan penggunanya.

  1. Perilaku pengguna perangkat mobile tengah mengalami perubahan. Dengan merebaknya layanan cloud publik dan perangkat mobile, pengguna sekarang punya gaya kerja sendiri, seperti bagaimana Clinton memilih untuk bekerja dengan perangkat pribadi, dan bukan dengan perangkat yang diberikan oleh pemerintah. Saat ini, batas antara kepentingan profesional dan pribadi menjadi kabur. Pengguna dapat memindahkan data rahasia perusahaan ke server pihak ketiga hanya dengan beberapa klik. Organisasi/perusahaan harus menemukan cara untuk memantau dan mengatur hal ini.

 

  1. Kebiasaan kecil pengguna dapat menyebabkan masalah besar. Tindakan-tindakan seperti menggunakan akun e-mail pribadi mungkin tampak sepele, karena dapat diredam dengan mudah dan tidak memiliki dampak langsung. Tapi dalam kasus Clinton, hal tersebut telah menyebabkan beberapa komplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa pola kebiasaan kecil dapat mengakibatkan dampak yang lebih parah secara jangka panjang.

 

  1. Diperlukan pendekatan yang konkrit untuk keamanan mobile. Kebijakan dibuat karena suatu alasan. Ia melindungi kepentingan perusahaan dan pelanggan. Pengguna yang mencoba melanggar atau mengakali peraturan harus siap menerima risiko besar. Dengan pengetatan peraturan di beberapa industri seperti perbankan, kebutuhan akan kepatuhan keamanan terus meningkat. Sebuah strategi keamanan yang baik harus memiliki kekuatan memaksa untuk ditaati, terlepas dari siapapun penggunanya.

 ***

Intinya, di seluruh organisasi/perusahaan, kita perlu lebih waspada dalam hal integritas strategi mobile kita. Kesadaran adalah langkah pertama dan utama dalam menghadapi setiap penyakit.

Tapi kalau ingin mencegah masalah, organisasi/perusahaan bisa mengadopsi kerangka keamanan mobile yang dapat melindungi perangkat, aplikasi perusahaan dan pengguna, dan data. Salah satunya dengan memanfaatkan filosofi Adaptive Trust dari Aruba Networks untuk mobilitas yang aman.

 

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer