Qiscus, App Messaging untuk Enterprise

qiscusJAKARTA, PCplus – Messaging sudah menjadi gaya hidup masa kini. Tua, muda menggunakannya untuk berkomunikasi kapan saja di perangkat mobile maupun PC. Tak perlu tatap muka secara langsung lagi.

Messaging juga bisa dimanfaatkan para karyawan perusahaan, tak trrkecuali UKM, untuk berkolaborasi, bekerja. Cuma tentu harus ada pembedaan dengan messaging app yang lain agar data perusahaan tidak bocor ke pihak lain atau informasi diteruskan ke orang yang salah.

Didesain berbasis room dengan ID berupa alamat e-mail, bukan nomor ponsel

Didesain berbasis room dengan ID berupa alamat e-mail, bukan nomor ponsel

Jika sekuriti yang kamu inginkan, cobalah qiscus. App ini dirancang sebagai messaging app untuk enterprise yang meniru suasana lingkungan kerja. Karenanya ia dirancang berbasiskan ruang (room) yang dibagi berdasarkan topik, yang disebutkan sebagai satu-satunya di dunia.

“Diposisikan sebagai app kolaborasi. enterprise. (karyawan bisa) Sedikit kerja tapi efisien karena pecahkan masalah komunikasi, ” ungkap Amin Nordin (Chief Executive Officer, qiscus) dalam media briefing di Jakarta (21/4/2015). ” Tidak perlu akun-akun yang berbeda- beda.”

Dengan sistem pemberitahuan dua lapis, kamu akan mudah melacak semua diskusi. Komunikasi pun terpusat pada tim atau proyek sehingga efisien dan terorganisir secara alami. Antarmukanya sederhana, tak beda dengan messaging populer lain. Namun ia berbasis teks sehingga hemat bandwidth. Qiscus bisa bekerja di jaringan 2G.

Dari sisi keamanan, qiscus mendukung enkripsi AES 256 bit, teknologi hashing untuk proteksi password dan manajemen data yang sulit ditembus. Qiscus juga bisa mengelola akun pengguna dan menghapus data yang terlanjur ditampilkan sesuai hierarki dan kebijakan perusahaan. Pesan yang tidak diinginkan dapat dihapus dari panel utama.

Mau coba? Silakan unduh di qiscus.com. Kamu bisa menggunakannya tanpa bayar sebagai individu. Tapi fiturnya, terang Muhammad Md Rahim (Co-founder & Director, qiscus) , terbatas pada video call. “Video call ini tak bisa disimpan,” tambah Evan Purnama (Co-founder & Chief Technology Officer, qiscus).

O ya, kalau pakai di smartphone Android, kamu tak usah memasukkan nomor teleponmu. Qiscus menggunakan alamat e-mail sebagai identitas. Selain versi mobile, qiscus bisa dipakai di komputer dengan browser Chrome.

Jika mau video chat, chat dan conference dengan sesama rekan kerja, kamu harus membayar 3 dolar Singapur per user per bulannya. Tapi sebelumnya kamu bisa mencobanya gratis selama 1 bulan.

Saat ini, ungkap Muhammad, sudah ada sekitar 200 perusahaan di 3 negara (Indonesia, Singapura, Malaysia) yang memanfaatkan qiscus. “Tahun ini targetnya tumbuh 100%,” kata pria asal Singapura tersebut. Ia menyebutkan sektor oil & gas, energi, perkapalan, edukasi, pemerintahan, public relations, sebagai pengguna app-nya. “Sektor hukum dan perbankan juga bisa mengambil manfaat,” tambah Muhammad.

Tanggapan Kamu

komentar