Survei EMC: Mayoritas Perusahaan belum bisa Manfaatkan Data

Managing Director Indonesia, EMC, Ajit Nair
Managing Director Indonesia, EMC, Ajit Nair

JAKARTA, PCplus – Teknologi sudah mengubah wajah dunia dan cara kita berinteraksi. Mereka yang bisa memanfaatkan data yang dimilikinya akan memenangkan persaingan.

Contohnya Uber dan GrabTaxi. Kedua perusahaan ini tak punya armada taksi satu pun, tapi bisa memperoleh banyak uang dengan bermodalkan software yang mengatur pesanan taksi antara calon penumpang dan supir taksi bebasis data GPS (global positioning system) di ponsel masing-masing.

“Kita sekarang adalah komunitas dari penduduk digital,” kata Ajit Nair (Managing Director, EMC Indonesia) dalam konferensi pers di Jakarta tadi siang (20/4/2015). Di era digital, tutur Nair mengutipkan basil survei The Information Generation: Transforming The Future, Today terhadap 3600 direktur suite C Dari 18 negara, orang menginginkan akses yang cepat untuknlayanan (55%), akses 24×7 (53%), akses dinlebih banyak platform (50%), dan pengalaman yang personalisasi (47%). Karena itulah agar tidak terjadi gangguan, perusahaan harus melakukan definisi ulang.

Perusahaan, jelas Nair, harus pemperhatikan lima atribut bisnis, yakni menebak peluang baru, mendemokan transparansi dan kepercayaan, berinovasi secara gesit, menyajikan pengalaman unik dan personal, serta always on, beroperasi real time. Sayangnya ternyata mayoritas perusahaan tidal visa menjawab kebutuhan itu dengan baik dan di seluruh perusahaan.

“Banyak yang tidak bisa memanfaatkan data yang dimiliki sekarang,” kata pria yang sudah berkarier 15 tahun di EMC. Hanya 24% yang piawai mengolah data menjadi informasinyang bermanfaat. “49% tidak tahu caranya, 30% bisa melakukannya real time, 50% kebanjiran data,” ungkap Nair.

Padahal nanti tahun 2020 diperkirakan ada 7 miliar orang di dunia, dengan 30 miliar perangkat yang menghasilkan 44 zetabyte data. Tahun 2024 bahkan data diprediksi akan menjadi sangat penting. Dan tanda-tanda ke arah itu sudah terlihat, antara lain dengan kehadiran perusahaan seperti Datacoup, TCGA, dan Cohda wireless.

“Nilai akan bergeser dari produk ke informasinya. Mahir informasi akan menjadi penting,” tegas Nair, Kabar baiknya, belum terlambat untuk berubah. Yang penting, tandas Nair, transformasi harus fokus, punya tujuan dan berlaku di seluruh perusahaan, serta dibuat untuk menjawab tuntutan generasi informasi.

Wiwiek Juwono

Senior Editor di InfoKomputer dan PCplus. Memiliki spesialisasi di penulisan fitur, berita, serta pengujian gadget dan asesori komputer