Ikuti Tren, F5 pun Main di Awan

f5a1JAKARTA, PCplus – Saat ini,banyak orang yang tergantung pada perangkat mobile. Kebanyakan aplikasi pun berbasis web.

Banyak perusahaan pun mulai memindahkan datanya dari data center (on-premise) ke cloud (off premise) yang bisa diakses dari mana saja, kapan saja dan dengan perangkat apa saja.
Cloud pun menjadi makin penting bagi perusahaan. Sejumlah 91% perusahaan di Asia Pasifik sudah memanfaatkan layanan cloud, berencana menggunakannya, dan sudah menerapkannya. Tiga dari empat pengambil keputusan di perusahaan sepakat bahwa layanan cloud merupakan solusi untuk mempercepat waktu time to market dan meningkatkan daya saing. Begitu hasil riset Frost & Sullivan 2014 bertajuk The New Language of Cloud Computing yang mensurvei 420 pengambil keputusan di sector keuangan, asuransi, perbankan, eCommerce dan pemerintahan di Australia, Hongkong, Tiongkok, Jepang, Singapura dan Korea Selatan.
Maka kini ada sebagian data perusahaan, biasanya yang penting dan rahasia, ditempatkan di cloud tertutup alias private cloud yang hanya bisa diakses orang tertentu. Namun ada data umum yang bisa diakses semua karyawan atau bahkan siapa saja. Yang ini diletakkan di public cloud. Contohnya adalah Facebook.
Di mana pun data ditempatan di awan, kunci utamanya adalah data center. Dan di data center, aplikasi-aplikasi yang diakses oleh para pengguna dari mana saja dan dengan perangkat apa saja itu butuh tingkat sekuriti yang sama. “Semua kemudahan itu tetap harus memperhatikan sekuriti,” wanti-wanti Fetra Syahbana (Country Manager Indonesia, F5 Networks) dalam jumpa pers di Jakarta tadi siang (7/5/2015).
Untuk urusan pengamanan data yang sekarang banyak ditempatkan di awan, F5 Networks menawarkan F5 Silverline. Ini, tutur Julian Eames (Executive Vice President of Business Operations, F5 Networks), adalah platform delivery layanan berbasis awan baru dari F5. Silverline, terang Eames, merupakan layanan awan pertama dari platform Silverline yang mengemaskan proteksi DDoS. “Jika ada serangan DDoS, maka data di website klien akan diambil dan dibersihkan sehingga website tidak macet,” jelas Eames. Silverline juga akan mendukung layanan tambahan dan pengiriman akses aplikasi secara as a service.
F5, tegas Fetra, memungkinkan perusahaan untuk menyediakan aplikasi baru secepatnya, dan membuatnya tersedia kapan saja dan bisa diakses dari mana saja dengan aman. “F5 sekarang tidak hanya untuk load balancing tapi cloud dan sekuriti sesuai tuntutan pasar,” katanya.

Tanggapan Kamu

komentar