Wah, Karyawan di Indonesia Suka Akses dan Curhat di Medsos Saat Kerja

no medsosJAKARTA, PCplus – Di mana sih kamu buka medsos (media social) seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram,Tumblr, YouTube, Vine, dll? Saat lagi kerja di kantor? Jika ya, berarti kamu tak beda dengan 81% karyawan di Indonesia yang diketahui mengakses sosial media saat bekerja seperti diungkap oleh survei JobStreet.com terhadap 14 ribu responden awal Mei lalu.

Kalau akun medsos, kamu punya berapa? Kalau dalam survei ini, jumlah akun terbanyak yang dimiliki karyawan Indonesia adalah tiga (22%). Di urutan kedua ( 21%) adalah 5 akun medsos. Sejumlah 18% karyawan mengaku punya 4 akun. Yang punya 2 akun berjumlah 16%, sedangkan yang 5 akun 13%. Yang hanya punya 1 akun ada 10%. Hanya 1% yang tidak punya akun medsos.

Dalam sehari sebanyak 35% karyawan mengaku menghabiskan waktu minimal 2 jam untuk melihat apa yang terjadi di akun medsosnya. Sejumlah 24% koresponden lain menyatakan menggunakannya 1 jam per hari. Yang menghabiskan waktu lebih dari 4 jam ada 22%. Dan 19% menghabiskan waktu 3 jam per hari untuk membuka akun medsosnya.

O ya, menurut Statistica.com jumlah pengguna medsos di Indonesia tahun 2014 adalah 66,4 juta. Pada tahun 2015, jumlahnya akan meningkat sampai 75,84 juta. Diperkirakan tahun 2016, jumlahnya akan mencapai 84,5 juta.

Tingginya angka penguna sosial media sangat memungkinkan karyawan mencurahkan keluh kesahnya tentang kantor. Misalnya kekecewaan terhadap manajemen kantor, konflik dengan rekan kantor atau curhat mengenai atasan. Maklum, karyawan dapat dengan mudah mengakses akun medsos melalui ponsel atau gadget pribadi.

Dalam catatan JobStreet.com, sejumlah 51% karyawan memang berkeluh-kesah mengenai kantornya melalui sosial media. Uniknya, hanya 21% koresponden yang memisahkan akun kerja dan pribadinya.

Nah jika kamu termasuk yang suka keluh-kesah urusan kantor di medsos, sebaiknya hentikan kebiasaan itu. Sebab HRD (human resources development – alias PSDM) juga menggunakan medsos untuk mengetahui sikap dan perilaku calon karyawan. Intinya, gunakan medsos secara bijak agar tidak menjadi senjata makan tuan.

Tanggapan Kamu

komentar