Laporan Criteo: Ponsel Hidupkan E-Commerce

smartphone in ecommerceJAKARTA, PCplus – Jual-beli secara online, alias e-commerce, makin digemari di seluruh dunia. Banyak cara dipakai konsumen untuk memesan barang, mulai dari PC, laptop, smartphone (ponsel), sampai tablet.

Dari sekian banyak cara tersebut, peran ponsel makin menonjol. Ponsel, begitu tercantum dalam laporan State of Mobile Commerce triwulan kedua 2015, berkontribusi 34% pada transaksi e-commerce dunia. Di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kontribusi dari mobile commerce (m-commerce) terhadap e-commerce ini besar (27%). Angka ini menempatkan Asteng setara dengan Spanyol, Italia dan tepat di bawah AS.

Di negara kita, tulis Criteo, 34% e-commerce berasal dari ponsel. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Taiwan (31%) dan Singapura (29%). Sementara secara global, transaksi dari ponsel diperkirakan akan mencapai 40% pada akhir tahun ini.

“Asia Tenggara saat ini adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat secara global, dengan perangkat ponsel sebagai penggerak utama, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India,” kata Yuko Saito (Managing Director Criteo untuk Asia Tenggara). “Negara-negara berkembang ini bersifat ‘mobile-first’ – di mana kebanyakan konsumen akan memiliki smartphone sebelum mereka memiliki perangkat komputer, dengan potensi pertumbuhan yang tinggi mengingat penyebaran smartphone yang terus meningkat.”

Eh apa sih yang banyak dibeli secara online? Yang paling banyak adalah produk fesyen. Berikutnya adalah barang-barang mewah, dan juga hal-hal yang terkait travel (tiket hotel/pesawat). Satu dari tiga transaksi ini kini dilakukan dari ponsel.

Saito mengatakan, optimalisasi ponsel akan menjadi sangat penting bagi bisnis e-commerce yang ingin masuk dalam populasi smartphone yang terus berkembang di kawasan Asia Tenggara. Karena itulah situs-situs yang dioptimalkan untuk ponsel mengalami peningkatan lebih dari 2x dibandingkan yang tidak.

O ya, laporan Criteo ini didasarkan pada analisanya terhadap 1,4 miliar transaksi perorangan e-commerce yang berjumlah lebih dari US$ 160 miliar penjualan tahunan secara global.

Tanggapan Kamu

komentar