Siapkan Pasar di Asia, Emerson Ajak Enam Insinyur Indonesia ‘Magang’

Para insinyur muda, enam di antaranya dari Indonesia, yang ikut dalam Graduate Engineer Trainee dan Customer Engineer Program Emerson

Para insinyur muda, enam di antaranya dari Indonesia, yang ikut dalam Graduate Engineer Trainee dan Customer Engineer Program Emerson

JAKARTA, PCplus – Akhir tahun ini MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) akan dibuka. Siapkah para tenaga kerja di negara kita menghadapi persaingan dari rekan-rekannya yang berasal dari negara tetangga? Indonesia dengan jumlah penduduk yang di atas 200 juta akan menjadi pasar nyaris semua negara di dunia. Namun semoga kita bukan cuma jadi pasar ya, tapi juga bisa masuk ke pasar negara-negara lain.

Untuk itu, tenaga kerja Indonesia perlu bekal ilmu, keterampilan dan juga sertifikasi. Nah, salah satu bisnis Emerson, yakni Emerson Network Power punya program pembangunan talenta bertajuk Talent Pipeline Building Program. Misinya adalah mengembangkan kemampuan para insinyur muda di Asia. Ini juga dalam rangka rencana menumbuhkan bisnis Emerson di Asia.

“Seiring dengan meningkatnya permintaaan akan solusi perusahaan di Asia, kami memperkuat amunisi kami dengan talenta muda dan segar yang akan terus menghasilkan solusi enterprise terbaru sambil memperluas fungsi penjualan dan layanan kami agar bisa lebih baik lagi dalam melayani pelanggan,” terang Chris Mandahl, (Vice President, Service and Project Management, Emerson Network Power in Asia).

Dalam program itu, 37 insinyur terbaik dari Australia, Filipina, Malaysia, Indonsia, Singapura dan Thailand akan dilatih untuk mendukung penjualan, meningkatkan layanan pelanggan dan mendorong inovasi perusahaan.

Dari Indonesia, ada enam insinyur yang tergabung dalam program ini. Mereka adalah Saroha Lumban Raja (Politeknik Negeri), Noval Mullia (Politeknik Caltex), Akbar Dwitama (Universitas Indonesia), Muhammad Faruq Ash Shiddiq (Telkom University Bandung), Rana Gemilang (Swiss German University) dan Tommy Putra Armada (Universitas Sriwijaya).

Para peserta ini akan berkesempatan belajar dari para insinyur berpengalaman dan manajer dari seluruh Asia Pasifik. Mereka akan memelajari daya dan aplikasi panas dan monitoring rekayasa pada sesi pelatihan di kelas, juga membantu insinyur dan manajer senior dalam pekerjaan berbasis proyek. Program ini didesain semirip mungkin dengan tantangan bisnis dan rekayasa di dunia nyata.

Program ini punya dua jalur: Graduate Engineer Trainee dan Customer Engineer Program. Graduate Engineer fokus pada penjualan solusi dan konsultasi teknis, dan akan belajar di Manila, Filipina dan Kuala Lumpur, Malaysia selama 8 minggu dan mengikuti pelatihan dari para pakar produk dan solusi. Mereka juga akan mengunjungi Emerson Network Power Smart Solution Centre dan pabrik di Shenzhen, Tiongkok untuk pelatihan dasar-dasar aplikasi produk dan layanan.

Customer Engineer akan menjalani pelatihan di Filipina yang dilanjutkan di Thailand, Singapura, dan Australia. Program ini juga membuka pintu bagi customer engineers di Australia, yang diminta untuk berpartisipasi dalam program magang bergengsi oleh Pemerintah Negara Bagian New South Wales, Victoria dan Pemerintah Negara Bagian Queensland, selain dari pelatihan Emerson tersebut.

“Program pelatihan graduate engineer memberikan keterampilan dan pengetahuan yang penting dalam membantu saya meningkatkan karir di Emerson Network Power. Program ini mempertajam kemampuan kami melalui pengalaman langsung, berhadapan dengan tantangan dunia nyata dan masalah pelanggan. Di saat yang sama, program ini terus mempertajam keahlian saya dalam pengetahuan di bidang tertentu,” jelas Tommy Armada, Graduate Engineer, Emerson Network Power Indonesia.

Graduate Engineer Program akan berakhir pada September 2015, sementara Customer Engineer Program berakhir pada Maret 2017.

Tanggapan Kamu

komentar