Inilah Alasan WD Akuisisi SanDisk

sandisk ssdJAKARTA, PCplus –  Akuisisi di kalangan perusahaan storage makin sering terjadi. Minggu lalu kita mendengar kabar Dell mengakuisisi EMC dengan nilai US$ 67 miliar. Kini ada kabar akuisisi lagi. Adalah WD yang melakukannya terhadap SanDisk. Nilai akuisisi SanDisk ini US$ 19 miliar.

Selain itu tersiar kabar bahwa produsen storage semikonduktor PMC-Sierra telah menerima beberapa tawaran pembelian, dan Unisplendour yang dimiliki Tsinghua dari Tiongkok telah sepakat untuk membeli 15% dari WD senilai US$ 3,78 miliar.

WD selama ini lebih banyak bermain dengan teknologi hard disk drive (HDD). Namun sekarang ia menghadapi evolusi TI yang membuat banyak perusahaan tidak lagi tergantung pada tape drive untuk backup dan hard drive untuk menyimpan data primer, tetapi juga harus berurusan dengan tuntutan berkecepatan lebih tinggi dari aplikasi seperti pemrosesan transaksi online dan big data analytics.

Saat ini, SSD (solid state disk) menjadi komponen kritis dari infrastruktur storage multi-tiered. Perangkat flash memori berada tepat di bawah DRAM sebagai storage top-tiered.

Selain untuk produk-produk enterprise, WD dan SanDisk yang sama-sama berbasis di California, AS ini juga terlibat dalam dalam pasar storage data consumer, WD menawarkan drive NAS desktop, sedangkan SanDisk merupakan pemimpin untuk USB flash disk dan kartu ekspansi memori. Awal tahun ini, SanDisk yang juga terkenal akan SSD internal untuk desktop dan laptop mengumumkan jajaran pertama drive eksternal berkapasitas tinggi dengan ukuran saku.

Nah, akuisisi SanDisk oleh WD akan memberi WD penguasaan instan di pasar memori NAND flash non-volatile dunia. Maka WD bisa mendapatkan posisi lebih besar di industri storage. Begitu menurut Jeff Janukowicz, research vice president IDC.

Dalam pengumumannya, WD mengatakan bahwa kombinasi dari WD dan SanDisk akan memungkinkannya untuk berintegrasi secara vertikal ke dalam NAND dan memastikan akses jangka panjang ke teknologi solid state dengan biaya yang lebih rendah.

SanDisk, yang mengantongi pengalaman 27 tahun di pasar NAND flash memory, belum lama ini mengumumkan kesepakatan dengan produsen flash Toshiba untuk membuat 3D NAND yang paling padat di dunia. Ini adalah chip 32GB 48-layer dengan kapasitas dua kali dari memori yang paling padat.

3D NAND sendiri merupakan prduk memori paling maju saat ini. Kapasitasnya besar tapi ongkos produksinya lebih rendah karena sel-sel NAND flash ditumpuk satu di atas yang lain seperti pencakar langit mikroskopis.

Sekadar info, semua produsen besar produk flash memang telah mengumumkan versi 3D NAND-nya. Intel misalnya mengumumkan akan mengubah fasilitas fabrikasinya di Dalian, Tiongkok dari membuat chip prosesor menjadi membuat chip 3D-NAND flash. Intel juga berencana menginvestasikan sampai US$ 5,5 miliar untuk proyek 3D NAND-nya. Pabrik fab di Dalian dijadwalkan mulai memproduksi chip memori pada semester kedua 2016.

Pada pengumuman akuisisi, WD menyebutkan kemitraan SanDisk dan Toshiba yang sudah berlangsung 15 tahun diharapkan akan berlanjut. “(Joint venture) menyediakan pasokan NAND yang stabil pada skala melalui model bisnis yang sudah teruji waktu dan diperluas ke teknologi NVM seperti 3D NAND,” kata WD.

Secara tawaran, produk storage WD dan SanDisk memiliki kemiripan. Maksudnya, mereka sama-sama menjual SSD berbasis SASdan PCIe enterprise. Namun secara umum, akuisisi ini akan memperbesar pasar yang bisa ditangani dan menyediakan diversifikasi pendapatan bagi WD melalui berbagai teknologi dan segmen pasar.

Kesepakatan ini, kata analis Gregory Wong di Forward Insight, memungkinkan WD untuk masuk ke pasar SSD consumer dan SSD SATA enterprise. “WD menginginkan (SanDisk) untuk mengakses flash. Bisnis HDD PC-nya menurun karena pasar PC melemah, juga karena SSD menyerap bagian tersebut,” kata Wong. “Tanpa akses ke NAND flash, sukar bagi mereka untuk ambil bagian di ruang tersebut dan juga akan makin sukar untuk bersaing dengan para pemain NAND di sektor enterprise.”

Dalam dekade terakhir ini, pasar NAND flash tumbuh pesat. Sebelumnya pertumbuhannya lambat karena tidak bisa mendukung banyak pemain.

“Akuisisi transformational ini sejalan dengan strategi jangka panjang kami untuk menjadi pemimpin inovatif dalam industri storage dengan cara menyediakan produk-produk berkualitas tinggi dengan teknologi terdepan,” kata  Steve Milligan (Chief Executive Officer, Western Digital).

Steve Milligan akan tetap menjabat sebagai CEO setelah kedua perusahaan ini resmi merger. Boss SanDisk Sanjay Mehrotra diharapkan akan bergabung dalam dewan direksi WD. Akuisisi ini diperkirakan akan tuntas pada kuartal ketiga 2016.

 

Tanggapan Kamu

komentar