Rangsang UKM, Lazada Hapuskan Komisi

CEO Lazada Group Maximilian Bittner

CEO Lazada Group Maximilian Bittner

 JAKARTA, PCplus – Bisnis e-commerce di tanah air makin bergairah. Makin banyak orang, termasuk pemula, yang tertarik jual/beli secara online.

Hal ini disikapi Lazada dengan berusaha mewadahi para pelaku e-commerce dari kalangan UKM (usaha kecil menengah) sebanyak mungkin melalui program baru. Penjaja yang menjual produk non-elektronik seperti fesyen, sepatu dan lain-lain, juga asesoris elektronik di situs belanja online ini kini tidak akan dikutip biaya komisi.

“Sebelumnya kami menarik komisi 5 – 10 persen tergantung kategori. Tetapi kami mau mendorong ke kategori lain, jadi sekarang komisi 0%. Untuk fesyen, dan lain-lain, produk non-elektronik dan asesoris elektronik. (Produk) Elektronik tidak termasuk.  Juga berlaku untuk penjual lama,” terang Maximilian Bittner (CEO, Lazada Group) dalam jumpa pers di Jakarta (8/10/2015).

Dengan dihapuskannya komisi yang harus dibayarkan penjual ke Lazada, diharapkan para penjual akan bisa memberikan harga yang lebih baik (baca: murah) kepada para konsumennya. “Kontribusi SME kecil karena stok mereka tidak banyak. Jadi biasanya mereka main di harga,” kata Bittner.

“Mereka yang bisa memberikan harga terbaik akan mendapatkan biaya pengiriman nol rupiah. Lazada yang membayari ongkos kirimnya. Lazada juga bisa bantu penjual untuk memantau stok barang,” tambah Bittner.

Sekadar info, Lazada memang tidak mengijinkan pihak penjual menentukan sendiri perusahaan jasa pengiriman barang.  Mereka cukup  memilih dari 5 perusahaan jasa pengiriman barang sudah bekerjasama dengan Lazada. Ini kata Bittner untuk mencegah penjual memilih jasa pengiriman dengan biaya paling murah, yang bisa berujung pada kurangnya kualitas.

Program komisi 0%  berlaku mulai Oktober sampai akhir Desember 2015 untuk semua kategori penjual. Peluncuran program ini, kata Bittner,  diyakini akan membuat Lazada berbeda dengan situs-situs belanja lain yang menyasar ke end-user seperti Tokopedia dan Bukalapak sehingga bisa menarik lebih banyak UKM bergabung ke situsnya.

Per September 2015, kata Bittner, sudah ada ada sekitar 7100 penjual bergabung di situs belanjanya.

 

Tanggapan Kamu

komentar