Razer Blade Stealth: Andalkan GPU Eksternal

razer-blade utamaPada pagelaran CES 2016 kemarin, Razer merilis notebook gamer yang revolusioner, yaitu Razer Blade Stealth. Sekilas melihat bentuknya, kamu mungkin tidak percaya kalau ini notebook gaming. Soalnya notebook gaming biasanya besar dan berat. Nah Razer Blade Stealth ini mirip seperti ultrabook yang tipis. Bobotnya cuma 1,25 kg, dengan tebal 1,21 cm. Nah, mengapa notebook mungil seperti ini bisa buat main game?

Rahasianya adalah adalah Razer Blade Stealth memiliki “tandem” bernama Razer Core.

Razer Core, enclosure untuk GPU eksternal

Razer Core, enclosure untuk GPU eksternal

Razer Core pada dasarnya adalah enclosure untuk GPU eksternal. Di dalamnya terdapat slot untuk memasang kartu grafis biasa/desktop. Kamu bisa memasang sebuah kartu grafis dari Nvidia maupun AMD, asalkan konsumsi power-nya di bawah 375 Watt. Power supply untuk memberi tenaga kartu grafis juga telah disediakan di Razer Core, sehingga praktis kamu cuma perlu pasang GPU ke slot yang tersedia. Jika sudah, colokkan Razer Core ke Razer Blade Stealth via Thunderbolt 3 dan kamu pun bisa memainkan game terbaru di notebook ini.

Konsep eksternal GPU seperti ini belakangan memang sedang naik daun. Soalnya solusi ini bisa mengatasi masalah keterbatasan ruang yang ada di notebook. Selama ini, notebook gaming harus berukuran besar karena mengakomodasi kartu grafis internal yang mengeluarkan panas tinggi. Alhasil, dibutuhkan sistem pendingin yang besar sehingga cukup mendinginkan kartu grafis internal tersebut. Baterai untuk notebook gaming juga harus besar karena kartu grafis internal cenderung haus daya.

Nah dengan “mengeluarkan” kartu grafis ke casing khusus seperti ini, notebook pun bisa didesain tipis dan ramping seperti Razer Blade Stealth ini.

Konsep eksternal GPU juga dimungkinkan berkat bandwidth besar yang ditawarkan antarmuka Thunderbolt 3. Standar koneksi ini dapat mengalirkan data sampai 40Gbps (aktualnya 5GB/s). Dengan begitu, data grafis yang harus diolah notebook bisa dikirim ke GPU eksternal tanpa harus menghadapi bottleneck. Memang sih ada penalti dari cara ini karena 40Gbps kira-kira setara dengan PCIe kelas x4 (bukan x16 yang ditawarkan PC desktop). Jadi jika digunakan untuk bermain game resolusi dan detail tinggi, akan ada penurunan kinerja dibanding saat GPU beroperasi di PC desktop. Namun setidaknya kamu bisa memainkan game kelas atas di notebook.

gabung2

Tandem dahsyat (dan mahal)

Razer Blade Stealth sendiri memiliki layar berukuran 12,5 inci, dengan resolusi 2560×1600 pixel atau 3840×2160 pixel. Prosesornya menggunakan Intel Core i7-6500U, memori 8GB, dan PCIe-based 512GB. Kartu grafis internalnya sendiri tampil “sekadarnya”, yaitu Intel Iris Graphic 540.

Sedangkan Razer Core sendiri memiliki ukuran cukup besar, yaitu 10,5x34x21,8 cm. Jadi perangkat ini memang agak merepotkan jika harus dibawa ke mana-mana. Razer Core sendiri sifatnya hot-plug, alias bisa dicabut/dipasang tanpa harus melakukan restart notebook. Selain Thunderbolt 3, perangkat ini juga memiliki beragam koneksi lain seperti USB 3.0 (4 buah), HDMI (2 buah), serta DVI (2 buah).

Sayangnya, Razer belum merilis harga resmi Razer Core ini. Namun Razor Blade Stealth sendiri dibandrol mulai harga US$999, jadi tandem Stealth dan Core dipastikan tidak akan murah.

Tanggapan Kamu

komentar