Minimalkan Video Buffering, Opera Mini Hadirkan Fitur Video Boost

video boost opera miniJAKARTA, PCplus – Kenyamanan nonton video online di smartphone tak jarang terganggu oleh video buffering yang lama. Video jadi putus-putus, bikin sebal. Plus paket data jadi boros.

Kamu tidak sendirian dalam urusan ini. Asal tahu saja, sekitar 75% penonton video akan menyerah dalam waktu 4 menit atau kurang jika video yang ditontonnya berkualitas buruk. Begitu menurut penelitian Conviva tahun 2015. Interactive Advertising Bureau menyebutkan, buffering dan kecepatan adalah dua dari tiga faktor terpenting bagi para penonton video di smartphone.

Eh tapi kalau kamu pengguna smartphone Android, coba saja solusi yang diberikan Opera Mini, yakni video boost. Menurut Nuno Sitima (SVP, Head of Mobile Browsers di Opera), video  boost bisa sangat membantu kamu yang memiliki jaringan mobile atau data plan yang terbatas karena mengurangi besaran data video, waktu loading dan delay akibat buffering.

Mau tahu cara menggunakan video booster? Ini dia langkahnya:
1. Di bawah menu “O” di Opera Mini 15, pilih ‘savings  summary’ dan ganti dengan high-savings mode. Di high-savings mode, Opera Mini akan mematikan kompresi data secara otomatis ketika mendeteksi Wi-Fi, sehingga bisa memanfaatkan koneksi internet berkualitas tinggi secara optimal. Jika jaringan Wi-Fi padat? Tinggal aktifkan kembali data savings di menu savings summary.

2. Di bagian bawah, centang kotak pilihan di samping ‘video boost’ untuk pengalaman menonton video yang lebih mulus.

Fitur video boost juga menunjukkan perhitungan agar kamu bisa melihat berapa banyak video yang sudah dioptimalkan.

Mau coba? Silakan. Hmm, kamu juga bisa mencoba fitur video boost dengan memutar film pendek ‘Arah Kisah Kita’ yang punya pilihan ending berbeda-beda. Film tentang pasangan muda-mudi millenial (Okta dan Olivia) yang berupaya saling mengenal di era serba-cepat dan padat teknologi seperti sekarang ini dibintangi aktor dan komedian Ge Pamungkas (Okta), penggiat media sosial Clairine Clay (Olivia), dan lima YouTubers Indonesia populer (Sarab TV, Dikidi Channel, Cameo Project, GPS (Gak Penting Sih) dan Susah Tidur).

Tanggapan Kamu

komentar