Lima Langkah Adopsi Mobilitas dalam Pelayanan Kesehatan

mobility in healthcareKerja jarak jauh dan BYOD (bring your own device) sudah terjadi di mana-mana. Dunia kesehatan pun tak luput dari tren tersebut. Para tenaga medis menggunakan perangkat dan metoda kerja baru untuk memberikan perawatan yang lebih baik dan lebih cepat kepada pasien di mana saja.

Akibatnya, perlu infrastruktur TI yang aman yang memberikan konten real time yang dibutuhkan. Namun untuk mendapatkan keuntungan dari mobilitas pelayanan kesehatan sambil menghindari potensi resiko, organisasi perlu mengembangkan strategi terstruktur, yang menangani orang-orang, kebijakan dan teknologi yang ada di dalamnya, begitu tulis Mark Micallef (Wakil Presiden Kawasan ASEAN Citrix).

Apa saja yang harus dilakukan? Menurut Micallef, ada lima langkah untuk mengadopsi mobilitas dalam healthcare.

1.       Memahami praktek terbaik dalam industri
Dengan munculnya perangkat-perangkat mobile, institusi pelayanan kesehatan harus beradaptasi dan memikirkan kembali langkah-langkah TI tradisional yang terbaik untuk memungkinkan penggunaan yang aman. Organisasi tidak boleh lagi hanya fokus pada manajemen perangkat, tapi juga manajemen aplikasi dan data.

Mengapa? Karena tenaga medis memerlukan akses on-the-go ketika mereka bergerak dari rumah sakit ke kantor ke klinik.

Sistem Informasi Kesehatan Terpadu (SIRST) di Singapura misalnya, memanfaatkan virtualisasi desktop agar staf pelayanan kesehatan bisa secara aman mengakses dan berbagi informasi pasien lebih cepat di seluruh rumah sakit umum, pusat-pusat spesialis dan poliklinik di dalam negeri. Dengan akses yang lebih cepat ke sistem Rekam Medis Elektronik, solusi tersebut juga membantu memfasilitasi perawatan berbasis tim untuk peningkatan hasil pasien.

“Teknologi virtualisasi memungkinkan pengalaman desktop yang konsisten bagi tenaga medis dan staf pelayanan kesehatan ketika mengambil data terbaru tentang status pasien di fasilitas-fasilitas kesehatan yang berbeda. Hal ini mendorong untuk berbagi informasi yang efisien dan integrasi perawatan yang lancar sepanjang kontinum perawatan,” kata SIRST Chief Executive Officer, Dr Chong Yoke Sin.

Para penyedia healthcare harus dapat dengan mudah mengakses sumber dayanya pada perangkat apa pun, di lokasi mana pun. Dengan manajemen mobilitas perusahaan, TI dapat memungkinkan karyawan untuk bergerak di luar jangkauan lokasi yang tetap dan PC standar untuk memungkinkan kebebasan baru dan fleksibilitas dalam cara orang bekerja.

2.    Melibatkan para pelaku
Kebanyakan para profesional industri pelayanan kesehatan masih belum sepenuhnya menghargai pentingnya mobilitas dalam bisnis saat ini. Para konstituen dan karyawan yang utama di berbagai departemen perlu terlibat di awal proses untuk memahami kebutuhan organisasi secara holistik. Hasil dari TI, keamanan, HR, hukum, serta tenaga medis yang utama harus diperhatikan untuk membantu menentukan kebijakan untuk penggunaan perangkat mobile dan konsumen apakah dimiliki perusahaan maupun  BYOD.

3.    Mendefinisikan kebijakan organisasi dengan jelas
Sebuah kebijakan organisasi yang jelas sangatlah penting. Idealnya, lembaga-lembaga pelayanan kesehatan harus merumuskan sebuah kebijakan yang memberdayakan para tenaga medis dengan akses mobile ke sumber daya yang diperlukan.

Pada saat yang sama, kebijakan tersebut perlu untuk melindungi organisasi tersebut dan privasi pasiennya. Ini hanya dapat dilakukan dengan mengajarkan kepada pengguna tentang penggunaan yang bertanggung jawab dari perangkat pribadi mereka hanya untuk tujuan-tujuan kerja. Dengan demikian, organisasi kebijakan BYOD harus mengatasi beberapa bidang yang utama, yaitu kelayakan karyawan, keamanan dan kepatuhan, dan ketentuan-ketentuan hukum penggunaan.

4.    Mengembangkan sebuah strategi teknologi
Organisasi harus mengadopsi berbagai teknologi untuk menyederhanakan dan memungkinkan mobilitas dengan aman pada perangkat apa pun. Perlu pengembangan sebuah strategi teknologi yang memastikan integrasi yang lancar di antara produk-produk mandiri yang ada. Integrasi ini adalah apa yang membedakan teknologi dari solusi, dan vendor dari mitra strategis.

5.    Mempersiapkan kesuksesan peluncuran
Untuk mendorong kesuksesan adopsi, organisasi perlu meresmikan rencana peluncurannya. Idealnya, bisnis harus menciptakan sumber daya yang membuatnya mudah bagi para tenaga medis dan karyawan lain untuk belajar tentang mobilitas.

Tanggapan Kamu

komentar