Resmi Digelar, IWIC ke-10 juga Ingin Berdayakan Kaum Perempuan dan Difabel

 

ki-ka: Deva Rachman (Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo), Pradipta N. dari Tech in Asia dan Firman Azhari (pemenang IWIC 2014) berbincang seputar IWIC ke-10 di Jakarta (21/4/2016)

ki-ka: Deva Rachman (Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo), Pradipta N. dari Tech in Asia dan Firman Azhari (pemenang IWIC 2014) berbincang seputar IWIC ke-10 di Jakarta (21/4/2016)

JAKARTA, PCplus – Hari ini (21/4/2016), ajang kompetisi aplikasi mobile yang digelar Indosat Ooredoo, yakni IWIC (Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest) resmi dimulai. Kompetisi ini bertujuan merangsang minat generasi muda Indonesia di dunia digital, juga untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia.

 

Di tahun ke-10 penyelenggaraannya, IWIC yang akan berlangsung sampai 2 November mendatang mengundang peserta lokal maupun internasional untuk memasukkan ide dan membuat aplikasi mobile di bidang Communications, Lifestyle & Education, Multimedia & Games, Utility (tools, security, ideas/apps for disabled) dan Social Innovation. Boleh untuk platform Android, Apple, Symbian, BlackBerry atau Windows Phone.

Eh kok ada peserta internasional? Ya, tahun ini IWIC juga terbuka bagi peserta dari luar Indonesia. “Melalui IWIC, Indosat Ooredoo ingin mengajak pemuda Indonesia dan pemuda di belahan dunia lain untuk menciptakan ide dan aplikasi agar Indonesia bahkan dunia yang lebih baik,” kata Alexander Rusli (President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo) dalam acara peresmian IWIC ke-10 di Jakarta (21/4/2016).

Tahun ini, tutur Deva Rachman (Head of Corporate Communication, PT Indosat Ooredoo), ada dua kategori penting, yakni Disabilitas (Disabled) dan Kaum Perempuan dan Anak Perempuan (Women & Girls). Kategori Disabled ditujukan untuk menghadirkan dunia digital juga untuk mereka yang berkebutuhan khusus.

Sementara kategori Women & Girls diadakan untuk mendorong keterlibatan kaum perempuan dan anak perempuan untuk berkembang di bidang teknologi. “Jumlah mereka (perempuan) yang terlibat masih sedikit. Kami ingin memberikan kesempatan bagi peremuan untuk berkembang di bidang teknologi. Sangat spesifik karena perempuan tahu apa yang mereka butuhkan,” terang Deva.

Deva juga mengungkap kepesertaan IWIC yang terus meningkat dari tahun ke tahun. “Tahun 2006 (saat IWIC pertama digelar), yang register seratus. Karena masih menggunakan voice dan SMS. Data belum banyak, MMS juga belum banyak,” katanya. Namun tahun lalu, 2015, jumlah peserta sudah meningkat 30x. “Nyaris 9000-an. Dulu targetnya anak kuliah, (usia) 20 tahun ke atas,” kata Deva.

Saat ini ajang kompetisi aplikasi mobile bergengsi ini memang tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, tetapi anak SD, remaja sampai kalangan umum. Ya, ada kategori Kids dan Teens kok.

Kamu berminat? Silakan ajukan proposalmu sebelum 31 Oktober. Nama pemenang akan diumumkan 3 Desember 2016.

Tanggapan Kamu

komentar