Satu dari Sepuluh IoT tidak Aman

 

iotJAKARTA, PCplus – Sebuah lembaga sekuriti AS mewanti-wanti bahwa perangkat  Internet of Things (IoT) punya cacat serius dalam hal sekuriti. The IOActive IoT Security Survey mengungkap sisi buruk perangkat yang saling terkoneksi dan memperingatkan bahwa perangkat di rumahmu kelak akan membawa kekecewaan. Mereka rentan karena saling terhubung dan apa pun yang bisa terhubung juga bisa diinterupsi dan diganggu.

Angka satu dari 10 itu datang dari sebuah panel profesional sekuriti senior yang diwawancarai IOActive tentang naik daunnya IoT. Para profesional ini kuatir sekuriti kurang diteggakkan di wearables sampai perangkat rumah tangga.

Setengah dari responden yakin kurang dari 10% produk IoT menawarkan cakupan sekuriti yang memadai. Sementara 85% yakni bahwa lebih dari setengah perangkat IoT aman.

Sekitar duapertiganya merasa sekuriti  IoT akan lebih baik dibandingkan pada produk lan, tetapi saat ini mereka tidak berurusan dengannya.

“Banyak yang perlu dilakukan untuk meningkatkan sekuriti dari semua produk, tetapi laju eksponensial masuknya produk IoT ke pasar, ditambah dengan jaringan resiko yang berkembang akibat konektivitasnya yang seringkali terbuka, membuat sekuriti IoT menjadi prioritas dan kepedulian utama,” kata  Jennifer Steffens (Chief Executive of IOActive).

“Menurut Gartner, 21 miliar perangkat terkoneksi akan dipakai pada tahun 2020. Penting bagi perusahaan-perusahaan yang mengembangkan produk-produk tersebut untuk memastikan sekuriti sudah terbangun di dalamnya. Jika tidak para peretas mendapat peluang untuk masuk tidak hanya  ke dalam produk, tetapi juga sistem dan perangkat lain yang terhubung (dengan perangkat pertama).”

Masalahnya, sekuriti tidak dimasukkan dalam proses desain awal, tetapi dalam proses tahap berikutnya atau malah tidak sama sekali.

“Perusahaan seringkali buru-buru masuk tahap pengembangan agar produknya cepat masuk pasar agar ia masuk duluan, lalu mencoba menyertakan sekuriti belakangan,” kata Steffens. “Ini akan mendongkrak biaya dan menciptakan lebih banyak resiko dibandingkan menyertakan sekuriti di awal proses pengembangan,” tambahnya.

Tanggapan Kamu

komentar